Untuk Mendukung Peningkatan Produksi Pupuk Nasional

05 Juni 2014 14:24 / Humas PKG / 2602x dilihat

PT Petrokimia Gresik (PKG) menambah kapasitas

instalasi penjernihan airnya di Gunungsari Surabaya untuk mencukupi kebutuhan air

proses industrinya yang semakin meningkat. Peningkatan ini disebabkan adanya

sejumlah proyek pengembangan yang sedang dan akan dilakukan oleh PKG, seperti

Pabrik Asam Fosfat (PT Petro Jordan Abadi dan Revamping Asam Fosfat), Amoniak

Urea II, ZA IV, Phonska V, dan ZK II.

Saat ini total kemampuan produksi air PKG sebesar 2.770 m3/jam. Jumlah ini berasal dari 2 instalasi penjernihan air (IPA) PKG yang berada di Babat, Lamongan, berkapasitas 2.050 m3/jam, dan dari IPA Gunungsari, Surabaya, yang memiliki kapasitas 720 m3/jam. Dengan adanya beberapa proyek pengembangan, kebutuhan air proses industri PKG akan meningkat menjadi 4.895 m3/jam. Oleh karena itu, PKG mengembangkan unit penjernihan air baru yang disebut Proyek Uprating Instalasi Penjernihan Air (IPA) Gunungsari Surabaya dengan kapasitas 3.000 m3/jam.

Groundbreaking Proyek Uprating IPA Gunungsari ini berlangsung pada hari Selasa kemarin (03/06/2014), dihadiri oleh Direktur Utama PKG Hidayat Nyakman beserta semua jajaran direksi, pejabat eselon I dan II PKG, Kepala Proyek Jogi Krisdijanto, Direktur Utama Aneka Jasa Ghradika (AJG) Misadi Sumargo selaku kontraktor, serta para undangan yang terkait dengan kegiatan ini.

Dalam sambutannya, Dirut PKG Hidayat Nyakman mengatakan bahwa pengembangan yang dilakukan oleh PKG ini merupakan tindak lanjut dari komitmen PKG untuk mendukung program pemerintah dalam bidang ketahanan pangan nasional. Selain itu, pengembangan PKG juga merupakan bagian dari Program MP3EI (Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia) 2011-2015. “Sebagai tindak lanjut dari komitmen tersebut, PKG terus melakukan pengembangan pabrik dalam rangka memenuhi kebutuhan pupuk dalam negeri,” ujarnya.

Proyek ini membutuhkan total investasi sebesar Rp 461,72 miliar yang berasal dari pinjaman perbankan (70%) dan dana internal (30%). Dari total biaya tersebut, sebesar Rp183 miliar diantaranya untuk pendirian Water Treatment Plant (WTP) di Gunungsari ini.

Pengerjaan proyek ini telah dilakukan sejak 28 April 2014 dan akan berjalan selama 15 bulan. Proyek ini diharapkan selesai pada akhir kwartal kedua tahun 2015. Melalui proyek ini, PKG berharap dapat memenuhi seluruh kebutuhan air untuk aktivitas industrinya, terutama bagi unit pabrik-pabrik baru yang akan beroperasi dalam beberapa tahun ke depan. “Dengan demikian, PKG dapat berkontribusi terhadap peningkatan kapasitas produksi pupuk yang pada akhirnya dapat mendukung program ketahanan pangan nasional melalui penyediaan pupuk berkualitas bagi seluruh petani di Indonesia,” tegas Dirut PKG Hidayat Nyakman. (Edri Gasyaf/Hartono)


Berita Terbaru

30 Mar 2020
Pembukaan Posko Tanggap Bencana
30 Maret 2020 10:15 / Humas PG / 43x dilihat
28 Mar 2020
Sikapi Pandemi Global dengan Ikhtiar dan Tawakal
28 Maret 2020 17:39 / Humas PG / 105x dilihat
28 Mar 2020
Petrokimia Gresik Kirim Bantuan Untuk Pencegahan Covid-19
28 Maret 2020 17:16 / Humas PG / 73x dilihat
27 Mar 2020
Petrokimia Gresik Ekspor Pupuk ke India dan Meksiko
27 Maret 2020 14:08 / Humas PG / 87x dilihat