Sistem Pertanian Organik, Kekhawatiran Petani Mulai Terkikis

22 Desember 2014 09:20 / http://harianbhirawa.co.id / 2743x dilihat
Batu,Bhirawa
Ketakutan para petani di Kota Batu untuk menerapkan sistem pertanian organik mulai terkikis. Terbukti Beberapa titik lahan di Desa Pendem mulai menerapkan penanaman pertanian organik. Kawasan tersebut dijadikan petak percontohan untuk penanaman padi organik. Di kawasan ini, setidaknya ada lahan seluas satu hektar yang kini ditanami padi organik. Dengan adanya petak percontohan atau Demontration Plot (Demplot) ini, diharapkan sistem pertanian organik di Kota Batu bukan hanya sekedar gagasan lagi. “Sejumlah pekerja sudah kita arahkan untuk menanam bibit padi organic. Nantinya, lahan tersebut akan menjadi lahan percontohan bagi petani maupun wisatawan,” kata Koordinator Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Dinas Pertanian dan Kehutanan Pemkot Batu, Suhinto, saat dikonfirmasi, Minggu (21/12).
Ia mengatakan, pembuatan demplot selain menjadi media pembelajaran juga sebagai tempat pembuktian bagi petani yang masih meragukan dengan pertanian organik. Karena saat ini masih banyak petani yang meragukan dengan model pertanian organik yang tengah marak di Kota Batu. Baik itu keraguan dalam penanamanannya, pemeliharaan hingga hasilnya.
Sebelumnya, banyak petani di Kota Batu yang mengaku masih takut/ khawatir untuk menerapkan sistem pertanian organik. Sulitnya penerapan pertanian organik membuat resiko gagal panen menjadi sangat tinggi. Ditambah mahalnya biaya penerapan sistem ini membuat kerugian yang diderita petani sangat besar setiap kali mengalami gagal panen.
“Untuk itu seharusnya dalam langkah awal, ada satu areal penuh lahan pertanian yang dibiayai pemerintah untuk menerapkan sistem pertanian organik. Hal ini untuk mengatasi ketakutan dari petani yang khawatir terhadap resiko gagal panen ketika melaksanakan sistem pertanian organik,”ujar Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Torongrejo, Sutejo. [nas]

Berita Terbaru

21 Jan 2021
Petrokimia Gresik Salurkan Bantuan CSR Bestro Full Cover Rp1,7 Miliar
21 Januari 2021 11:25 / Humas PG / 137x dilihat
20 Jan 2021
Petrokimia Gresik Dorong Distributor Tebus Pupuk Bersubsidi
20 Januari 2021 12:33 / Humas PG / 148x dilihat
19 Jan 2021
Luncurkan Program Agro Solution, Petrokimia Gresik Tanam Perdana Jagung Di Lombok Timur
19 Januari 2021 17:38 / Humas PG / 136x dilihat
18 Jan 2021
Wakil Bupati Gresik Saksikan Penyuntikan Vaksin Covid 19 Untuk Nakes di RSPG
18 Januari 2021 11:53 / Humas PG / 128x dilihat