RI Masih Impor Benih Padi Hibrida dari China dan Filipina

05 Juni 2015 09:12 / http://finance.detik.com / 2629x dilihat
Jakarta -Hingga kini Indonesia masih bergantung pada impor induk benih padi hibrida dari China. Permintaan impor padi jenis ini cukup tinggi dengan alasan karena produktivitas padi hibrida asal China jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata produktivitas padi di dalam negeri.

"Benih hibrida kita impor dari China. Permintaan itu memang didorong hasil benih hibrida impor produktivitasnya mencapai 12 ton/ha," ungkap Kepala Badan Karantina (Barantan) Kementerian Pertanian (Kementan) Banun Harpini saat ditemui di Gedung Kementan Ragunan, Jakarta, Kamis (4/6/2015).

Banun mencatat, permintaan benih padi hibrida impor saat ini datang dari Provinsi Kalimantan Selatan. Salah satu BUMN yaitu PT Sang Hyang Seri (SHS) mengajukan izin impor dengan jumlah tertentu.

"Saya menanggapi permintaan benih padi hibrida impor dari Kalimantan Selatan. SHS intens mengajukan permohonan impor benih padi hibrida. Jadi sumber benihnya ada, saya ada data pengimpor, jumlah dan resiko yang ditimbulkan," tambahnya.

Selain dari China, negara lain yang menyediakan benih padi hibrida adalah Filipina. SHS juga telah mengajukan izin untuk bisa mendatangkan benih padi hibrida impor dari Filipina.

"Kita sedang atur principment inspection-nya bisa dilakukan otoritas China. Kemarin SHS juga ajukan permintaan untuk impor benih hibrida dari Filipina," cetusnya.

Data Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian menunjukkan, sejak 2002 Balitbang Pertanian menghasilkan tujuh varietas padi hibrida, yakni Galur CMS A1, Galur CMS A2, Galur Restorer R 17, Galur Restorer R 32, Hipa 5 Ceva, Hipa 6 Jete, dan IR 8025A/BR827-35.

Namun, produktivitas varietas-varietas itu masih kalah dibandingkan dengan varietas yang dimiliki China. Rata-rata produktivitas benih padi lokal hanya 6-7 ton per hektar. (wij/rrd)

Berita Terbaru

06 Aug 2020
Petrokimia Gresik Terapkan Pembelajaran Digital Untuk Program Magang Mahasiswa
06 Agustus 2020 11:29 / Humas PG / 41x dilihat
03 Aug 2020
Rahmad Pribadi Dinobatkan Sebagai Top Leader On CSR Commitment 2020
03 Agustus 2020 16:26 / Humas PG / 103x dilihat
02 Aug 2020
Rahmad Pribadi : Petrokimia Gresik Dukung Penelitian Deteksi Virus Penyebab Covid-19
02 Agustus 2020 19:18 / Humas PG / 138x dilihat
02 Aug 2020
Idul Adha 1441 H
02 Agustus 2020 11:15 / Humas PG / 157x dilihat