Pupuk Indonesia tambah empat pabrik baru

09 April 2013 15:00 / http://www.antaranews.com / 9388x dilihat
Pewarta: Yudi Abdullah
Palembang (ANTARA News) - Perusahaan induk BUMN pupuk, PT Pupuk Indonesia Holding Company, menargetkan bisa mengoperasikan empat pabrik baru pada 2015 untuk memenuhi permintaan pupuk di dalam negeri yang terus meningkat.

Pabrik baru itu merupakan bagian dari program revitaliasi dan pembangunan pabrik baru untuk mengganti pabrik-pabrik yang sudah berusia tua.

"PT Pupuk Indonesia bersama tujuh anak perusahaan sekarang ini mengoperasikan 14 pabrik urea dan 13 pabrik amonia di pulau Jawa, Sumatera, dan Kalimantan dengan kapasitas produksi 12,5 juta ton pupuk dan 7,5 juta ton amonia," kata Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero) Arifin Tasrif.

Dalam acara pemancangan konstruksi pertama (groundbreaking) pabrik Pusri II-B di Palembang, Senin, Arifin mengatakan, pabrik pupuk dan amonia yang ada sekarang sebagian besar sudah bersusia tua dan kurang efsien dari sisi operasional dan bisnis.

Perusahaan secara bertahap akan melakukan revitalisasi dan penambahan pabrik baru dengan teknologi modern, katanya.

Djelaskannya, untuk meningkatkan efisiensi kinerja perusahaan pupuk, saat ini sudah berjalan pembangunan satu pabrik baru proyek revitalisasi PT Pupuk Kalimantan Timur (Kaltim) 5 dan kini mulai dibangun pabrik baru PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) II di Palembang, Sumatera Selatan.

Selanjutnya pada 2013 ini juga akan dimulai pembangunan dua pabrik pupuk baru masing-masing satu unit di PT Petrokimia Gresik di Jawa Timur dan PT Pupuk Kujang di Cikampek, Jawa Barat.

Pembangunan keempat pabrik baru itu diharapkan bisa tuntas sesuai rencana pada 2015 sehingga bisa menambah kapasitas produksi pupuk urea sebesar 3,5 juta ton per tahun, kata Arifin.

Menurut dia, manajemen PT Pupuk Indonesia berupaya mendorong anak perusahaan membangun pabrik baru yang lebih modern dan efisien seperti yang dilakukan PT Pusri sekarang ini.

Pabrik Pusri II-B akan menggunakan teknologi KBR Purifier Technology, untuk pabrik amonia dan teknologi Aces 21 milik Toyo dan Pusri sebagai co-licencor untuk pabrik urea.

Pabrik baru tersebut memliki kapasitas produksi amonia mencapai 2.000 ton per hari atau 660.000 ton per tahun dan kapasitas pabrik urea 2.750 ton per hari atau 907.500 ton per tahun.

Pabrik dengan teknologi baru itu, selain ramah lingkungan juga menghemat bahan baku gas, dengan rasio pemakaian gas per ton produk 31,49 MMBTU per ton amonia dan 21,18 MMBTU per ton urea.

Dengan terus dilakukannya revitalisasi pabrik tua dan dibangun pabrik baru diharapkan peningkatan permintaan pupuk dalam negeri dapat diimbangi dan jumlah pupuk yang bisa diekspor lebih besar lagi, kata Arifin.

Editor: Suryanto

http://www.antaranews.com/berita/367800/pupuk-indonesia-tambah-empat-pabrik-baru

Berita / Reportase Terbaru

12 Aug 2025
Momen Kemerdekaan RI, Petrokimia Gresik Bangun Kebersamaan dengan Masyarakat Lewat "Citizen Games"
12 Agustus 2025 13:47 / Komunikasi Korporat PG / 78x dilihat
13 Mar 2025
PT Petrokimia Gresik Berhasil Mempertahankan Rekomendasi Sertifikat ISO 37001:2016
13 Maret 2025 10:52 / TKMR PG / 286x dilihat
21 Jul 2024
Wariskan DNA Inovatif, Petrokimia Gresik Luncurkan Buku Perjalanan 4 Tahun Transformasi Bisnis
21 Juli 2024 17:58 / Komunikasi Korporat PG / 357x dilihat
03 Oct 2023
Komitmen Petrokimia Gresik dalam Launching WBS Terintegrasi Pupuk Indonesia Group
03 Oktober 2023 09:15 / Komunikasi Korporat PG / 3233x dilihat
15 Jul 2023
Pererat Kolaborasi Demi Tingkatkan Suasana Harmonis Antar Karyawan, Petrokimia Gresik Gelar Corsa Festival
15 Juli 2023 11:34 / Komunikasi Korporat PG / 3679x dilihat
15 May 2023
Rayakan HUT Ke-51, Petrokimia Gresik Rilis Seragam Baru
15 Mei 2023 12:00 / Komunikasi Korporat PG / 5296x dilihat