Kebiasaan yang Bisa Bikin Sarapan Jadi Tak Sehat

17 Maret 2015 14:44 / http://health.kompas.com / 2058x dilihat
KOMPAS.com - Sarapan dianggap banyak ahli sebagai waktu makan paling penting dalam sehari. Tetapi, kebiasaan yang kita lakukan tanpa sadar bisa membuat sarapan menjadi tidak sehat.

1. Jumlah kalori berbeda setiap harinya
Menurut sebuah penelitian terbaru di Inggris, seseorang yang paling sering mengkonsumsi menu sarapan yang bervariasi jumlah kalorinya akan mengalami kemungkinan hingga 90 persen untuk memiliki pinggang yang besar. Pinggang yang lebar bukan hanya mengganggu penampilan tapi juga menjadi salah satu faktor risiko penyakit jantung.

2. Makan terlalu sedikit
Menurut sebuah studi di Israel tahun 2013, pasien diabetes yang memakan sarapan bergizi mereka dalam porsi besar, terbukti selama tiga bulan mengalami penurunan gula darah dan tekanan darah tiga kali lebih besar daripada orang yang makan dalam porsi yang lebih kecil. Sarapan tinggi protein juga dapat menurunkan kadar ghrelin, "hormon pemicu rasa lapar."

3. Makan sereal dengan serpihan yang kecil
Pennsylvania State University meneliti serpihan sereal gandum dengan berbagai ukuran yaitu mulai dari 80 persen, 60 persen, dan 40 persen dari ukuran aslinya.

Dari hasil penelitian tersebut ditemukan, seseorang yang mengkonsumsi serpihan sereal dalam ukuran yang lebih kecil akan mengkonsumsi lebih banyak kalori dibandingkan dengan seseorang yang mengkonsumsi sereal dengan serpihan yang lebih besar.

4. Menjauhi selai kacang
Wanita gemuk yang menambahkan kacang atau selai kacang untuk sarapan, dilaporkan akan merasa lebih kenyang hingga 12 jam setelahnya. Kacang akan meningkatan kadar peptida YY, hormon yang membantu Anda merasa kenyang setelah makan. (Monica Erisanti)
Editor : Lusia Kus Anna

Berita Terbaru

06 Aug 2020
Petrokimia Gresik Terapkan Pembelajaran Digital Untuk Program Magang Mahasiswa
06 Agustus 2020 11:29 / Humas PG / 41x dilihat
03 Aug 2020
Rahmad Pribadi Dinobatkan Sebagai Top Leader On CSR Commitment 2020
03 Agustus 2020 16:26 / Humas PG / 103x dilihat
02 Aug 2020
Rahmad Pribadi : Petrokimia Gresik Dukung Penelitian Deteksi Virus Penyebab Covid-19
02 Agustus 2020 19:18 / Humas PG / 139x dilihat
02 Aug 2020
Idul Adha 1441 H
02 Agustus 2020 11:15 / Humas PG / 157x dilihat