Wapres Yusuf Kalla Luncurkan Program Pendidikan Vokasi Kemenprind

01 Maret 2017 08:16 / Humas PG / 1814x dilihat
Bertempat di Desa Sedati, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Selasa (28/2/2017) yang dibuka oleh Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla dan disaksikan Menteri Perindustrian, Menteri Pendidikan dan Gubernur Jawa Timur. Ini merupakan keseriusan pemerintah dalam menjalankan program Link and Match diwujudkan dengan adanya peluncuran Program Pendidikan Vokasi Industri Kementrian Perindustrian,

Wakil Presiden M. Jusuf Kalla (JK) mengatakan kerja sama pendidikan vokasi antara sekolah dengan industri merupakan jalan tengah yang menjembatani kebutuhan industri akan tersedianya tenaga kerja terampil dan anak muda yang memerlukan lapangan kerja. "Kerja sama pendidikan vokasi ini merupakan jalan tengah dari dua kepentingan, yakni dunia industri yang membutuhkan tenaga kerja terampil dan anak-anak muda yang membutuhkan lapangan kerja," kata Wapres Kalla.

Wapres menjelaskan bahwa tanpa kerja sama, maka akan menyulitkan industri sendiri, selain juga akan menyusahkan anak muda. yang mau bekerja. "Jadi, para pengusaha, di sini bukan belas kasihan. Ini adalah investasi untuk Anda," kata Wapres.

Wapres pun menegaskan bahwa kerja sama pendidikan vokasi ini sebenarnya justru investasi paling murah bagi industri. "Kerja sama ini merupakan investasi yang baik, karena akan terjamin kebutuhan lapangan kerja di kemudian hari," demikian Wapres Kalla. petrokimiagresik_official

Berita Terbaru

21 Jan 2021
Petrokimia Gresik Salurkan Bantuan CSR Bestro Full Cover Rp1,7 Miliar
21 Januari 2021 11:25 / Humas PG / 117x dilihat
20 Jan 2021
Petrokimia Gresik Dorong Distributor Tebus Pupuk Bersubsidi
20 Januari 2021 12:33 / Humas PG / 128x dilihat
19 Jan 2021
Luncurkan Program Agro Solution, Petrokimia Gresik Tanam Perdana Jagung Di Lombok Timur
19 Januari 2021 17:38 / Humas PG / 118x dilihat
18 Jan 2021
Wakil Bupati Gresik Saksikan Penyuntikan Vaksin Covid 19 Untuk Nakes di RSPG
18 Januari 2021 11:53 / Humas PG / 114x dilihat