Target Produksi Padi Belum akan Direvisi

07 Maret 2014 09:03 / http://www.investor.co.id / 3033x dilihat

JAKARTA-Menteri Pertanian Suswono belum merencanakan revisi target produksi padi pada tahun ini meskipun banyak terjadi bencana alam di awal tahun yang merusak ribuan hektare lahan pertanian di Jawa dan Sumatera.

Kementerian Pertanian tetap menargetkan produksi padi pada tahun 2014 sebesar 76,57 juta ton gabah kering giling (GKG).

"(Dampak bencana) relatif belum mengkhawatirkan bagi produksi padi. Memang persoalannya ada keterlambatan pada musim tanam pertama. Namun, kita akan lihat nanti bagaimana pada musim selanjutnya," kata Suswono di Jakarta, Selasa.

Menurut Suswono, pertimbangan revisi target produksi padi akan dikaji setelah melihat realisasi produksi padi pada musim tanam kedua karena pengaruh pada musim tanam pertama dinilai tidak terlalu signifikan.

Sebagai gambaran, produksi padi pada tahun 2013 menurut data sementara Badan Pusat Statistk sebesar 71,29 juta ton GKG atau naik 2,24 juta ton (sekitar 3,24 persen) dibandingkan 2012.

Menurut data BPS kenaikan itu terjadi pada periode Januari--April saat musim hujan dan juga September--Desember. Kenaikan pada bulan Januari hingga April senilai 0,27 ton.

Pada bulan Januari hingga Maret 2014, akibat bencana alam, ribuan hektare lahan tanaman padi rusak.

Dari data Kementerian Pertanian, sekitar 1.395 hektare lahan padi di Kabupaten Malang, Jawa Timur, rusak akibat erupsi Gunung Kelud.

Sementara itu, dampak erupsi Gunung Sinabung, Sumatera Utara, dari data terakhir yang dimiliki Antara sekitar 512 hektare lahan tanaman padi rusak.

Akibat bencana banjir di seluruh wilayah Nusantara, sekitar 302.170 hektare lahan tanaman padi rusak.

Antisipasi Ledakan Hama Agar produksi padi nasional tidak terganggu, Suswono mengatakan bahwa dirinya sudah menyiapkan program antisipasi ledakan hama yang kerap terjadi setelah bencana banjir melanda. Namun, dia masih belum dapat membeberkan program itu karena pembahasannya masih akan dilakukan pada hari Senin (10/3) pekan depan.

Kementan juga mengaku sedang menyiapkan antisipasi untuk peralihan musim dari hujan ke kemarau pada bulan April mendatang.

Menurut Badan Mateorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pada bulan April mendatang, fenomena El-Nino diperkirakan muncul dan melanda Indonesia.(ant/hrb)

http://www.investor.co.id/agribusiness/target-produksi-padi-belum-akan-direvisi/79314

Berita Terbaru

05 Dec 2021
Petrokimia Gresik Gerak Cepat Kirim Bantuan 600 Paket Sembako untuk Korban Erupsi Gunung Semeru
05 Desember 2021 19:00 / Komunikasi Korporat PG / 41x dilihat
02 Dec 2021
Petrokimia Gresik Apresiasi Atlet Senam dari Jawa Timur yang Berprestasi di Ajang PON XX
02 Desember 2021 19:00 / Komunikasi Korporat PG / 59x dilihat
01 Dec 2021
Pengelolaan Lingkungan Petrokimia Gresik Kembali Raih Industri Hijau Level 5 dari Kemenperin RI
01 Desember 2021 19:00 / Komunikasi Korporat PG / 70x dilihat