Target Produksi Padi Belum akan Direvisi

07 Maret 2014 09:03 / http://www.investor.co.id / 2127x dilihat

JAKARTA-Menteri Pertanian Suswono belum merencanakan revisi target produksi padi pada tahun ini meskipun banyak terjadi bencana alam di awal tahun yang merusak ribuan hektare lahan pertanian di Jawa dan Sumatera.

Kementerian Pertanian tetap menargetkan produksi padi pada tahun 2014 sebesar 76,57 juta ton gabah kering giling (GKG).

"(Dampak bencana) relatif belum mengkhawatirkan bagi produksi padi. Memang persoalannya ada keterlambatan pada musim tanam pertama. Namun, kita akan lihat nanti bagaimana pada musim selanjutnya," kata Suswono di Jakarta, Selasa.

Menurut Suswono, pertimbangan revisi target produksi padi akan dikaji setelah melihat realisasi produksi padi pada musim tanam kedua karena pengaruh pada musim tanam pertama dinilai tidak terlalu signifikan.

Sebagai gambaran, produksi padi pada tahun 2013 menurut data sementara Badan Pusat Statistk sebesar 71,29 juta ton GKG atau naik 2,24 juta ton (sekitar 3,24 persen) dibandingkan 2012.

Menurut data BPS kenaikan itu terjadi pada periode Januari--April saat musim hujan dan juga September--Desember. Kenaikan pada bulan Januari hingga April senilai 0,27 ton.

Pada bulan Januari hingga Maret 2014, akibat bencana alam, ribuan hektare lahan tanaman padi rusak.

Dari data Kementerian Pertanian, sekitar 1.395 hektare lahan padi di Kabupaten Malang, Jawa Timur, rusak akibat erupsi Gunung Kelud.

Sementara itu, dampak erupsi Gunung Sinabung, Sumatera Utara, dari data terakhir yang dimiliki Antara sekitar 512 hektare lahan tanaman padi rusak.

Akibat bencana banjir di seluruh wilayah Nusantara, sekitar 302.170 hektare lahan tanaman padi rusak.

Antisipasi Ledakan Hama Agar produksi padi nasional tidak terganggu, Suswono mengatakan bahwa dirinya sudah menyiapkan program antisipasi ledakan hama yang kerap terjadi setelah bencana banjir melanda. Namun, dia masih belum dapat membeberkan program itu karena pembahasannya masih akan dilakukan pada hari Senin (10/3) pekan depan.

Kementan juga mengaku sedang menyiapkan antisipasi untuk peralihan musim dari hujan ke kemarau pada bulan April mendatang.

Menurut Badan Mateorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pada bulan April mendatang, fenomena El-Nino diperkirakan muncul dan melanda Indonesia.(ant/hrb)

http://www.investor.co.id/agribusiness/target-produksi-padi-belum-akan-direvisi/79314

Berita Terbaru

19 Jan 2021
Luncurkan Program Agro Solution, Petrokimia Gresik Tanam Perdana Jagung Di Lombok Timur
19 Januari 2021 17:38 / Humas PG / 31x dilihat
18 Jan 2021
Wakil Bupati Gresik Saksikan Penyuntikan Vaksin Covid 19 Untuk Nakes di RSPG
18 Januari 2021 11:53 / Humas PG / 48x dilihat
16 Jan 2021
Pupuk Indonesia Terus Percepat Distribusi ke Gudang dan Kios
16 Januari 2021 22:52 / Humas PG / 93x dilihat
14 Jan 2021
Petrokimia Gresik Himbau Petani Terapkan Pemupukan Berimbang
14 Januari 2021 17:16 / Humas PG / 125x dilihat