Target Produksi Padi Belum akan Direvisi

07 Maret 2014 09:03 / http://www.investor.co.id / 6597x dilihat

JAKARTA-Menteri Pertanian Suswono belum merencanakan revisi target produksi padi pada tahun ini meskipun banyak terjadi bencana alam di awal tahun yang merusak ribuan hektare lahan pertanian di Jawa dan Sumatera.

Kementerian Pertanian tetap menargetkan produksi padi pada tahun 2014 sebesar 76,57 juta ton gabah kering giling (GKG).

"(Dampak bencana) relatif belum mengkhawatirkan bagi produksi padi. Memang persoalannya ada keterlambatan pada musim tanam pertama. Namun, kita akan lihat nanti bagaimana pada musim selanjutnya," kata Suswono di Jakarta, Selasa.

Menurut Suswono, pertimbangan revisi target produksi padi akan dikaji setelah melihat realisasi produksi padi pada musim tanam kedua karena pengaruh pada musim tanam pertama dinilai tidak terlalu signifikan.

Sebagai gambaran, produksi padi pada tahun 2013 menurut data sementara Badan Pusat Statistk sebesar 71,29 juta ton GKG atau naik 2,24 juta ton (sekitar 3,24 persen) dibandingkan 2012.

Menurut data BPS kenaikan itu terjadi pada periode Januari--April saat musim hujan dan juga September--Desember. Kenaikan pada bulan Januari hingga April senilai 0,27 ton.

Pada bulan Januari hingga Maret 2014, akibat bencana alam, ribuan hektare lahan tanaman padi rusak.

Dari data Kementerian Pertanian, sekitar 1.395 hektare lahan padi di Kabupaten Malang, Jawa Timur, rusak akibat erupsi Gunung Kelud.

Sementara itu, dampak erupsi Gunung Sinabung, Sumatera Utara, dari data terakhir yang dimiliki Antara sekitar 512 hektare lahan tanaman padi rusak.

Akibat bencana banjir di seluruh wilayah Nusantara, sekitar 302.170 hektare lahan tanaman padi rusak.

Antisipasi Ledakan Hama Agar produksi padi nasional tidak terganggu, Suswono mengatakan bahwa dirinya sudah menyiapkan program antisipasi ledakan hama yang kerap terjadi setelah bencana banjir melanda. Namun, dia masih belum dapat membeberkan program itu karena pembahasannya masih akan dilakukan pada hari Senin (10/3) pekan depan.

Kementan juga mengaku sedang menyiapkan antisipasi untuk peralihan musim dari hujan ke kemarau pada bulan April mendatang.

Menurut Badan Mateorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pada bulan April mendatang, fenomena El-Nino diperkirakan muncul dan melanda Indonesia.(ant/hrb)

http://www.investor.co.id/agribusiness/target-produksi-padi-belum-akan-direvisi/79314

Berita / Reportase Terbaru

12 Aug 2025
Momen Kemerdekaan RI, Petrokimia Gresik Bangun Kebersamaan dengan Masyarakat Lewat "Citizen Games"
12 Agustus 2025 13:47 / Komunikasi Korporat PG / 78x dilihat
13 Mar 2025
PT Petrokimia Gresik Berhasil Mempertahankan Rekomendasi Sertifikat ISO 37001:2016
13 Maret 2025 10:52 / TKMR PG / 286x dilihat
21 Jul 2024
Wariskan DNA Inovatif, Petrokimia Gresik Luncurkan Buku Perjalanan 4 Tahun Transformasi Bisnis
21 Juli 2024 17:58 / Komunikasi Korporat PG / 358x dilihat
03 Oct 2023
Komitmen Petrokimia Gresik dalam Launching WBS Terintegrasi Pupuk Indonesia Group
03 Oktober 2023 09:15 / Komunikasi Korporat PG / 3234x dilihat
15 Jul 2023
Pererat Kolaborasi Demi Tingkatkan Suasana Harmonis Antar Karyawan, Petrokimia Gresik Gelar Corsa Festival
15 Juli 2023 11:34 / Komunikasi Korporat PG / 3681x dilihat
15 May 2023
Rayakan HUT Ke-51, Petrokimia Gresik Rilis Seragam Baru
15 Mei 2023 12:00 / Komunikasi Korporat PG / 5297x dilihat