PUPUK UREA—KUD Padangan siap salurkan 16.000 ton

10 Mei 2012 08:14 / http://www.bisnis.com / 3510x dilihat
Oleh Adam A Chevny
SURABAYA: Koperasi Unit Desa (KUD) Padangan, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, tahun ini mendistribusikan pupuk urea bersubsidi produksi PT Petrokimia Gresik (Persero) sebanyak 16.000 ton menggunakan kantong PT Pupuk Indonesia Holding Company.
Pada 2011 koperasi yang memiliki wilayah kerja sentra budidaya padi itu hanya memperoleh jatah urea bersubsidi 14.000 ton.
KUD tersebut merupakan bagian dari 37 distributor yang dilibatkan Petrokimia Gresik (Petrogres) guna menyalurkan urea bersubsidi di 7 kabupaten di Jatim dan Jateng, dengan total volume 332.000 ton dan harga eceran tertinggi (HET) Rp1.800/kg.
“Para petani di daerah kami bulan ini mulai menanam padi musim kemarau, dan kami pun telah menyiapkan urea bersubsidi ke kios-kios dan agen di tingkat kecamatan/desa. Kami mendapatkan pasokan pupuk tersebut dari Petrokimia Gresik sebanyak 16.000 ton,” ujar Mihandri, Manajer KUD Padangan, kepada Bisnis, hari ini Senin 7 Mei 2012.
Dia menyebutkan pupuk urea bersubsidi sebanyak itu merupakan kenaikan dibandingkan volume pasokan dari Petrogres pada 2011 hanya 14.000 ton.
Jatah urea bersubsidi kepada KUD Padangan tergolong banyak dibandingkan distributor lainnya di 7 kabupaten yang menjadi area tanggung jawab Petrogres. Hal itu didasarkan kinerjanya memenuhi prasyarat BUMN tersebut.
Sebelumnya, Direktur Komersial PT Petrokimia Gresik Nugroho Purwanto menyebutkan BUMN tersebut bermitra dengan 37 distributor guna memasarkan urea bersubsidi ke 7 kabupaten di Jatim dan Jateng (Gresik, Lamongan, Bojonegoro, Tuban, Blora, Pati dan Rembang). Total volume urea yang didistribusikan tahun ini 332.000 ton dengan HET Rp1.800/kg.
“Distributor yang kinerjanya kurang bagus (tidak mampu mendistribusikan volume pupuk sesuai jatah) tentu kami beri peringatan. Yang berkinerja bagus memperoleh perhatian bagus pula,” tuturnya belum lama ini.
PT Pupuk Indonesia Holding Company mulai awal bulan ini menyeragamkan kantong urea bersubsidi produksi BUMN di bawah perusahaan induk itu (Petrokimia Gresik, Pupuk Kujang, Pupuk Iskandar Muda, Pupuk Kalimantan Timur) dengan logo/merk Pupuk Indonesia. Seluruh produsen urea tidak diperbolehkan lagi mengemas dengan merk masing-masing.
“Kami harus pandai-pandai menjelaskan kepada petani bahwa isi kantong pupuk urea merk Pupuk Indonesia adalah buatan Petrokimia Gresik seperti dulu. Maklum, banyak petani terlanjur fanatik menggunakan urea Petro,” papar Mihandri. (sut)

Berita Terbaru

08 Jul 2020
Petrokimia Gresik Anggarkan Rp41,8 Miliar Untuk Bantu UMKM Di Tahun 2020
08 Juli 2020 09:00 / Humas PG / 33x dilihat
06 Jul 2020
04 Jul 2020
Petrokimia Gresik Tingkatkan Produktivitas Pertanian Di Gorontalo
04 Juli 2020 19:53 / Humas PG / 82x dilihat
03 Jul 2020
Penurunan Harga Gas Bumi Perkuat Daya Saing Petrokimia Gresik
03 Juli 2020 19:13 / Humas PG / 110x dilihat