Pupuk Indonesia akan Akuisisi Peternakan di Ausi

21 Oktober 2013 11:01 / http://ekonomi.inilah.com / 1404

INILAH.COM, Jakarta - PT Pupuk Indonesia rupanya tergiur untuk berinvestasi ternak di Australia dengan mengakuisisi perusahan ternak.

Dirut Pupuk Indonesia, Arifin Tasrif mengatakan akuisisi sangat penting untuk mendukung pasokan sapi dalam negeri. "Kita lagi mau bicara yang mau partener atau diakuisi. Kita mau timbal balik. Invest di sana mereka mau lihat di sini. Digemukkan di sini," ujar Tasrif usai rapat pangan di Kementerian Koordinator Perekonomian, Rabu (16/10/2013).

Menurut Tasrif dengan mengakuisisi perusahaan ternak di Australia harapannya dapat memasok kebutuhan daging sapi di Indonesia. Tujuannya pasokan dalam negeri dapat terjaga dengan baik.

"Mengenai regulasinya supaya sudah kepastian, investasi sekian besar bisa mendukung kebutuhan dalam negeri dihitung keekonomian," jelas Tasrif.

Untuk akuisisi partner di Australia, lanjut Tasrif, tidak ingin menguasi sampai 100%. Pihaknya hanya membeli 50% dari saham perusahaan ternak tersebut. Namun Tasrif belum menyebutkan nama perushaan yang akan diakuisisi tersebut.

"Kalau kita akuisisi perusahaan, sudah masuk lahan. Ada partner di tekno pembibitan. Partner lahan 2 juta hektar. Punya sapi 300-400 ribu, momor tiga besar di Austraia. Kita hanya akuaisisi 50% saja," jelas Tasrif. [hid]

http://ekonomi.inilah.com/read/detail/2038813/pupuk-indonesia-akan-akuisisi-peternakan-di-ausi#.UmSkmn_vUWI

Berita Terbaru

Penggunaan Merek Dagang
21 Feb 2020
Penggunaan Merek Dagang
21 Februari 2020 11:03 / Humas PG / 50
Lomba K3 Masyarakat Sekitar Perusahaan
21 Feb 2020
Lomba K3 Masyarakat Sekitar Perusahaan
21 Februari 2020 10:03 / Humas PG / 36
Petrokimia Gresik Dukung Pelaksanaan Kartu Petani Berjaya di Lampung
19 Feb 2020
Petrokimia Gresik Dukung Pelaksanaan Kartu Petani Berjaya di Lampung
19 Februari 2020 19:11 / Humas PG / 65
Phonska Plus Mampu Dongkrak Produktivitas Padi Hingga 44% di Lampung Tengah
19 Feb 2020
Phonska Plus Mampu Dongkrak Produktivitas Padi Hingga 44% di Lampung Tengah
19 Februari 2020 19:00 / Humas PG / 51