PT Petrokimia Gresik Butuh Tambahan Gas

21 Mei 2013 13:04 / http://www.koran-sindo.com / 2215x dilihat

GRESIK- Perusahaan pupuk terbesar PT Petrokimia Gresik (PG) memerlukan tambahan gas 85 mmscfd untuk produksi amoniak dan urea. Kendati belum mendesak, namun manajemen meminta dipenuhi dari Husky Oil Street Madura (HOSM).

“Kami sangat berharap kekurangan gas dapat dipenuhi dari Husky (HOSM, red). Karena lebih mudah terjangkau dan infrastrukturnya tinggal tersambung,” ujar Nugroho Christiyanto, Direktur Produksi Petrokimia Gresik, seusai memberikan kuliah tamu di SMA Muhammadiyah 1 Gresik, kemarin. Menurutnya, manajemen PG sudah mengajukan ke Kementrian ESDM perihal permintaan tersebut.

Namun, Kementrian ESDM sudah mengeplot pemenuhan gas kekurangan PG sebesar 85 mmscfd tersebut dipenuhi dari Blok Cepu. “Sayangnya, pemenuhan gas dari Blok Cepu itu masih lama. Karena infrastruktur belum terbangun sehingga pemenuhan lebih lambat dibandingkan HOSM. Padahal kebutuhan itu sangat mendesak untuk kebutuhan produksi amoniak dan urea pabrik baru,” kata Nugroho.

Bahkan, lanjut dia, terkait harga juga belum ada kesepakatan. Pihak manajemen PG mengajukan harga USD 6,5 per mmbtu. Namun, dari pihak pemerintah maupun HOSM belum menyepakati. “Pada intinya kami menunggu kepastian. Karena semakin cepat pemenuhan kekurangan gas tersebut, maka semakin baik,” katanya.

Diakui, bila secara keseluruhan kebutuhan gas saat ini sebesar 65 mmscfd terpenuhi. Kebutuhan itu untuk memproduksi amoniak dan urea pabrikyanglama. Kebutuhangas tersebut sudah terpenuhi dari Kangean Energy, sehingga tidak ada persoalan yang signifikan.

Sementara itu, kegiatan kuliah tamu di SMA Muhammadiyah 1 Gresik, yang digelar di Aula Inovation lantai IV cukup meriah. Nugroho lebih banyak memotivasi 300 siswa kelas XI menjadi siswa berprestasi. “Untuk menjadi siswa berprestasi, harus giat belajar, kerja keras, dan mempunyai ambisi,” ujarnya.

Kepala SMA Muhammadiyah 1 Gresik Toha Machsun mengatakan, pihaknya cukup terbantukan. Karena itu, pihak sekolah meminta agar program kuliah tamu diperbanyak. “Bila perlu enam bulan sekali. Bahkan, kami tidak keberatan dan justru terbantu dengan program itu. Kalau enam bulan kelamaan, satu bulan sekali juga cukup bagus,” katanya. ashadi ik

Berita Terbaru

03 Jun 2020
Penghargaan Dari Pemkab Gresik
03 Juni 2020 13:55 / Humas PG / 109x dilihat
28 May 2020
NPK Phonska Plus Dongkrak Produktivitas Hingga 60% Di Gorontalo
28 Mei 2020 12:45 / Humas PG / 172x dilihat
22 May 2020
Petrokimia Gresik Serahkan Bantuan 12 Ribu Paket Beras Melalui Pemprov Jatim
22 Mei 2020 19:50 / Humas PG / 259x dilihat
20 May 2020
Bantuan Untuk Kecamatan Babat Kabupaten Lamongan
20 Mei 2020 16:48 / Humas PG / 279x dilihat