PG Berbagi Pengalaman dengan Pupuk Kaltim

05 Januari 2017 17:20 / Humas PG / 2348x dilihat

Direksi PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) Kota Bontang melakukan kunjungan kerja ke PT Petrokimia Gresik (PG). Rombongan disambut Direktur Teknik & Pengembangan (Dirtekbang) PG, Arif Fauzan, serta Direktur Produksi PG, I Ketut Rusnaya di Wisma Kebomas pada 5 Januari 2016.

Dirtekbang PKT yang menjadi Pimpinan Rombongan, Satriyo Nugroho dalam sambutannya mengatakan, Pupuk Kaltim akan membangun pabrik NPK cluster. Kunjungannya kali ini dalam rangka mendapatkan lesson learned dari PG dalam kaitannya membangun pabrik baru.

“PG cukup banyak mendirikan pabrik, dan sekarang PG tengah membangun pabrik Amurea (Amoniak-Urea) II. Tentu banyak pengalaman yang bisa kita ambil sebagai pelajaran,” ujar Satriyo Nugroho.

Dirtekbang PG, Arif Fauzan dalam presentasinya menyampaikan, PG di bawah tahun 2000 masih kecil. Pabrik pupuk yang dimiliki hanya pabrik urea yang dibangun pada tahun 1994, serta tiga pabrik ZA.

Selanjutnya PG membangun pabrik NPK mulai tahun 2000 hingga 2011. Total ada delapan pabrik diselesaikan pembangunannya dalam kurun waktu sekitar sebelah tahun. Total produksi pabrik NPK mencapai 2,7 juta ton per tahun. Kapasitas produksi NPK PG sekarang terbesar di Indonesia. Sekarang PG membangun pabrik NPK dengan desain sendiri, sehingga lebih hemat.

“Pada perkembangannya, PG membangun banyak pabrik hingga menjadikan PG menjadi produsen pupuk terlengkap di Indonesia,” terang Dirtekbang PG.

Sekarang PG tengah menyelesaikan dua proyek besar, yaitu pembangunan pabrik Amurea II dan uprating Instalasi Pengolahan Air Gunung Sari, atau penambahan kapasitas air 3.000 meter kubik per jam. Untuk pembangunan Amurea II progresnya sudah 80 persen, dan di akhir tahun 2017 ditarget sudah selesai. Amurea II mampu memproduksi 660 ribu ton amoniak dalam setahun, dan urea 570 ribu ton setahun.

“Selain itu, PG juga akan mulai membangun pabrik Phonska V, yang akan segera dimulai,” kata Dirtekbang PG. Untuk membangun pabrik baru, memang harus mendapatkan dukungan dari masyarakat sekitar serta stakeholder terkait. PG selalu mengutamakan aspek komunikasi untuk menjalin hubungan baik dengan masyarakat.

“Proyek atau pembangunan pabrik itu gampang, tinggal eksekusi. Paling berat adalah mendapatkan dukungan dari masyarakat,” ujar Dirtekbang PG,

Adapun strategi komunikasi yang dilakukan PG antara lain, membangun komunikasi secara rutin dengan institusi maupun tokoh masyarakat, baik formal maupun informal. Kedua, pemantauan situasi lingkungan melalui patrol keliling secara rutin atau harian. Menginformasikan setiap kegiatan perusahaan kepada masyarakat.

Berikutnya, secepat mungkin merespon keluhan yang muncul dari masyarakat sekitar, supporting kegiatan yang dikelola oleh masyarakat sekitar. Melakukan pembinaan secara berkesinambungan kepada masyarakat, utamanya unsur pemuda melalui pendirian badan usaha koperasi. Strategi komunikasi terakhir adalah memberikan kesempatan kerja bagi pmasyarakat sekitar.*/isp.-

Berita Terbaru

08 Jul 2020
Petrokimia Gresik Anggarkan Rp41,8 Miliar Untuk Bantu UMKM Di Tahun 2020
08 Juli 2020 09:00 / Humas PG / 47x dilihat
06 Jul 2020
04 Jul 2020
Petrokimia Gresik Tingkatkan Produktivitas Pertanian Di Gorontalo
04 Juli 2020 19:53 / Humas PG / 86x dilihat
03 Jul 2020
Penurunan Harga Gas Bumi Perkuat Daya Saing Petrokimia Gresik
03 Juli 2020 19:13 / Humas PG / 117x dilihat