Meski Ekonomi Lesu, Laba Petrokimia Naik 10 Persen

10 July 2015 19:46 / http://surabayapost.net / 6686x viewed

GRESIK (surabayapost.net) - Meroketnya nilai dollar Amerika Serikat (AS) terhadap Rupiah sangat 'memukul' sejumlah industri di Tanah Air, termasuk PT Petrokimia Gresik yang 80 persen bahan bakunya terhitung dollar. Ekonomi nasional pun lesu. Kendati demikian, laba yang diperoleh Petrokimia naik.

"Meskipun sejumlah pemain asing masuk, revisi laba belum kita lakukan. Paling berpengaruh nanti, jika rencana pemerintah mencabut subsidi benar-benar direalisasikan. Dengan bahan baku yang sekarang sangat mahal, petani tidak akan mampu membeli pupuk secara bebas. Jika ini terjadi, kita harus revisi target laba," ujar Hidayat Nyakman, Direktur Utama (Dirut) PT Petrokimia Gresik, usai menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun Petrokimia Ke-43.

"Keuntungan kita periode terakhir naik sekitar 10 persen, itu sudah sangat luar biasa di tengah kondisi ekonomi yang lesu seperti sekarang," imbuhnya.

Sementara itu, capaian direksi mulai 2010 sampai 2014, ujar Hidayat Nyakman, cukup menggembirakan. Total aset Petrokimia tahun 2010 sebesat Rp 9,2 triliun, di tahun 2014 menjadi Rp 22,8 triliun.

Laba komprehensif naik dari Rp 808 miliar di tahun 2010 menjadi 1,664 miliar di tahun 2014. Nilai penjualan (omzet) dari Rp 12,296 triliun (di tahun 2010) menjadi Rp 25,103 triliun (2014). Investasi rutin dan pengembangan Rp 546 miliar (2010) menjadi Rp 1,827 triliun.

Harga Non subsidi Naik 7%

Meroketnya nilai tukar dollar AS akan berpengaruh pada harga jual pupuk nonsubsidi. "Sekitar 70 hingga 80 persen kita terpengaruh dollar, baik bahan impor maupun dalam negeri sendiri, seperti gas dasarnya kurs dollar AS. Kita bayar gas dihitung US dollar. Sehingga kenaikan 1 dollar pengaruhnya langsung harga pokok," ujar Hidayat Nyakman.

"Dengan nilai tukar dollar AS di atas Rp 13.300 ribu, kenaikan dari biaya produksi cukup signifikan," imbuhnya.

Ditegaskan Hidayat Nyakman, kondisi itu akan berpengaruh terhadap harga jual pupuk nonsubsidi, tentu ini akan membebani petani.

"Itu (pengaruh meroketnya dollar AS, red) sangat besar sekali, sangat-sangat signifikan. Kita tidak akan menaikkan harga pupuk yang disubsidi. Tapi untuk yang kita jual di luar subsidi pasti akan terjadi kenaikan harga," terangnya.

"Kalau dollar naik 10 persen kita akan naikkan harga pupuk nonsubsidi 7 persen," imbuh Hidayat Nyakman. (Asepta Y Permana)


http://surabayapost.net/berita-meski-ekonomi-lesu-laba-petrokimia-naik-10-persen.html#ixzz3fUYehqTl

Recent News / Report

12 Aug 2025
13 Mar 2025
PT Petrokimia Gresik Berhasil Mempertahankan Rekomendasi Sertifikat ISO 37001:2016
13 March 2025 10:52 / GCG PG / 286x viewed
21 Jul 2024
Wariskan DNA Inovatif, Petrokimia Gresik Luncurkan Buku Perjalanan 4 Tahun Transformasi Bisnis
21 July 2024 17:58 / Corcom of PG / 358x viewed
03 Oct 2023
Petrokimia Gresik’s Commitment in Launching Integrated WBS by Pupuk Indonesia Group
03 October 2023 09:15 / Corcom of PG / 3233x viewed
15 Jul 2023
15 May 2023
Celebrating its 51st Anniversary, Petrokimia Gresik Releases New Uniform
15 May 2023 12:00 / Corcom of PG / 5296x viewed