Ekonomi Nasional Tumbuh 6,17 Persen

06 November 2012 08:23 / http://www.surabayapagi.com / 2655x dilihat

JAKARTA (Surabaya Pagi) - Membaiknya kondisi ekonomi masyarakat membuat optimistis pemerintah dalam menapaki penghujung tahun 2012 ini. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III 2012 tahun ke tahun (yoy) mencapai 6,17 persen dengan sektor pertanian sebagai penyumbang terbesar.

"Sektor pertanian masih menjadi penyumbang PDB tertinggi dengan kondisi panen yang bagus dan bisa mencukupi kebutuhan dalam negeri," kata Kepala BPS Suryamin di Gedung BPS Jakarta, Senin (5/11).

Suryamin menyebutkan dibandingkan dengan kuartal II 2012, ekonomi Indonesia pada kuartal III 2012 tumbuh 3,21 persen.

Menurut BPS, sektor penyumbang terbesar produk domestik bruto (PDB) Indonesia pada kuartal III 2012 berturut-turut ialah pertanian (termasuk peternakan, kehutanan, dan perikanan) sebesar 6,15 persen, pengangkutan dan komunikasi sebesar 4,20 persen, serta industri pengolahan 3,99 persen.

"Untuk sektor pengangkutan dan komunikasi, komunikasi yang lebih dominan seperti industri penyedia layanan telekomunikasi dan internet melalui telepon seluler," kata Suryamin.

Namun, pada tendensi pertumbuhan ekonomi di sektor pertanian kuartal IV 2012, BPS berpendapat bahwa faktor yang bisa menjaga angka tersebut ialah subsidi pupuk dari pemerintah yang diberikan tepat waktu.

"Karena memasuki kuartal IV, petani memulai lagi masa tanam," kata Suryamin.

Namun demikian, pemerintah ragu target pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2012 sebesar 6,5% dapat tercapai.

Pesimistis itu terjadi karena pertumbuhan ekonomi dadi kuartal III 2012 turun menjadi 6,17% dibandingkan kuartal sebelumnya sebesar 6,4%.

"Melihat realisasi pertumbuhan ekonomi di kuartal III tahun ini, mengejar target pertumbuhan ekonomi sebesar 6,5% susah ya," ujar Suhariyanto, Senin (5/11).

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) itumenerangkan, pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal I dan II tahun 2012 mencapai masing-masing secara berurutan 6,3% dan 6,4%.

Secara akumulasi, pertumbuhan ekonomi hingga kuartal III baru mencapai 6,29%. Untuk mencapai 6,5%, pertumbuhan ekonomi di kuartal IV harus mencapai 7%. "Bagaimana kita bisa mencapai pertumbuhan 7% ya? Pertumbuhan 6,2% hingga akhir tahun sudah bagus," sebutnya.

Menurut Suhariyanto, pertumbuhan ekonomi nasional akan kembali mengalami perlambatan, apabila tidak ada upaya signifikan.

Dia mencontohkan upaya yang digalakkan seperti konsumsi dalam negeri dan mencari pasar ekspor baru. mi

http://www.surabayapagi.com/index.php?3b1ca0a43b79bdfd9f9305b8129829627ab01838fbcdb3c70c62392098dd3a03

Berita Terbaru

21 Jan 2021
Petrokimia Gresik Salurkan Bantuan CSR Bestro Full Cover Rp1,7 Miliar
21 Januari 2021 11:25 / Humas PG / 131x dilihat
20 Jan 2021
Petrokimia Gresik Dorong Distributor Tebus Pupuk Bersubsidi
20 Januari 2021 12:33 / Humas PG / 136x dilihat
19 Jan 2021
Luncurkan Program Agro Solution, Petrokimia Gresik Tanam Perdana Jagung Di Lombok Timur
19 Januari 2021 17:38 / Humas PG / 129x dilihat
18 Jan 2021
Wakil Bupati Gresik Saksikan Penyuntikan Vaksin Covid 19 Untuk Nakes di RSPG
18 Januari 2021 11:53 / Humas PG / 121x dilihat