Dunia Sepakat Industri Pupuk Harus Disubsidi

11 November 2013 13:12 / http://www.metrotvnews.com / 2540

Metrotvnews.com, Nusa Dua: Produsen pupuk dunia masih berharap menerima subsidi dari pemerintah dalam rangka mengawal ketahanan pangan domestik. Berbeda dengan Indonesia, Pemerintah China dan India masih memberikan subsidi porsi besar kepada sektor pertanian mereka.

"Ini masalah ketahanan pangan. India memilih kebijakan yang fokus pada low input ke petani dan low output ke konsumen, tapi tetap mensejahterakan petani," kata Dirjen Asosiasi Produsen Pupuk India Satish Chander dalam konferensi tahunan International Fertilizer Association (IFA) di Nusa Dua, Bali, Rabu (6/11).

Pada konferensi IFA kali ini, isu subsidi bagi industri pupuk dan sektor pertanian menjadi bahasan utama. Perwakilan India, China, Pakistan, Bangladesh, termasuk Indonesia sepakat perlu adanya keberpihakan negara dalam mengawal ketahanan pangan.

Satish menjelaskan keberpihakan India terhadap industri pupuk dilakukan sejak 1985 dengan memasukan industri pupuk sebagai industri strategis yang dikontrol pemerintah. Alasannya, produksi dan distribusi pupuk tidak dapat diserahkan sepenuhnya kepada mekanisme pasar. Pemberian subsidi dipahami sebagai cara untuk tetap menjaga mekanisme pasar, namun memberi perlindungan bagi petani dan konsumen.

"Teori sederhananya, harga eceran tertinggi (HET) pasti lebih rendah dari harga riil pupuk di tingkat petani. Selisih antara harga HET yang ditetapkan dan harga delivery pupuk ini lah yang disubsidi," papar Satish. (Tjahyo Utomo)

http://www.metrotvnews.com/metronews/read/2013/11/06/2/192877/Dunia-Sepakat-Industri-Pupuk-Harus-Disubsidi

Berita Terbaru

Penggunaan Merek Dagang
21 Feb 2020
Penggunaan Merek Dagang
21 Februari 2020 11:03 / Humas PG / 38
Lomba K3 Masyarakat Sekitar Perusahaan
21 Feb 2020
Lomba K3 Masyarakat Sekitar Perusahaan
21 Februari 2020 10:03 / Humas PG / 27
Petrokimia Gresik Dukung Pelaksanaan Kartu Petani Berjaya di Lampung
19 Feb 2020
Petrokimia Gresik Dukung Pelaksanaan Kartu Petani Berjaya di Lampung
19 Februari 2020 19:11 / Humas PG / 55
Phonska Plus Mampu Dongkrak Produktivitas Padi Hingga 44% di Lampung Tengah
19 Feb 2020
Phonska Plus Mampu Dongkrak Produktivitas Padi Hingga 44% di Lampung Tengah
19 Februari 2020 19:00 / Humas PG / 42