Dirjen: Tangkap Distributor Pupuk Oplosan

25 Februari 2013 09:22 / http://www.seputar-indonesia.com / 2564x dilihat
GRESIK – Direktur Jenderal Sarana dan Prasarana Kementerian Pertanian S Gatot Irianto mendesak polisi menangkap distributor pupuk bersubsidi yang bermain di bisnis oplosan.

Sebab praktik penjualan pupuk oplosan tersebut bisa mengancam target surplus 1 juta ton beras pada 2013. “Bila ada yang tetap yang bermain pupuk bersubsidi dijadikan oplosan,kami minta ditangkap dan dijebloskan ke penjara,”kata Gatot saat memberikan sambutan Sosialisasi Pupuk ZA Bersubsidi Berwarna Orange di Wisma Kebomas, kemarin.

Gatot mengaku menerima banyak laporan mengenai banyaknya kios penjual pupuk yang tidak terddaftar pada Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) Tani.Menurut dia, hal ini mengindikasikan awal terjadinya praktik pencampuran (oplos) pupuk. “Kalau tetap nekat mengoplos pupuk subsidi,kami minta dijebloskan ke penjera saja, biar ada efek jera. Karena itu kami berpesan jangan bermain yang haram-haram.Ayo semuanya ditinggalkan,”ujar Gatot.

Gatot mengatakan, terungkapnya praktik pupuk oplosan di PT NK yang berlokasi di Kawasan Industri Gresik (KIG) beberapa waktu lalu sebagai bukti lemahnya pengawasan.Apalagi, saat ini yang menyusun RDKK adalah pemerintah kabupaten.“ Dengan pewarnaan pupuk bersubsidi, kami berharap penyimpangan pupuk bisa dikurangi,”katanya. Direktur Holding PT Pupuk Indonesia Ir Arifin Tarsif menyatakan, persiapan pupuk untuk musim tanam mendatang aman.

Meski ada informasi kelangkaan di Kalimantan Barat dan Nusa Tenggara Timur, semuanya dapat diantisipasi dengan distribusi sedini mungkin.“ Jadi tidak ada kelangkaan pupuk yang terjadi sampai sekarang, di Kalimantan Barat dan NTT itu hanya sementara,” kata Arifin. Sebelum peluncuran pupuk ZA berwarna orange, telah diluncurkan pupuk urea warna merah muda. Menurut Direktur Utama PT Petrokimia Gresik Hidayat Nyakman, pewarnaan pupuk tersebut akan dilakukan bertahap untuk jenis lain.

“Lantaran kebutuhannya meningkat, penjualan ZA perlu dikendalikan agar yang disalurkan tidak melebihi alokasi subsidi,”katanya. Selain meluncurkan pupuk ZA orange,PT Petrokimia Gresik juga membangun pabrik baru senilai USD160 juta.Pabrik pupuk yang dibangun Wuhuan Engineering Company Co, Ltd tersebut ditargetkan bisa memproduksi 200.000 ton asam fosfat per tahun.

“Dengan dioperasikan pabrikRevamping AsamFosfatPKG pada 2015,devisa bakal banyak dihemat.Sebab selama ini kebutuhan 200.000 ton asam fosfat pertahun diimpordari Yordania, Maroko,Afrika Selatan,Filipina, dan India,”kata Hidayat. ashadi ik

Berita Terbaru

08 Jul 2020
Petrokimia Gresik Anggarkan Rp41,8 Miliar Untuk Bantu UMKM Di Tahun 2020
08 Juli 2020 09:00 / Humas PG / 47x dilihat
06 Jul 2020
04 Jul 2020
Petrokimia Gresik Tingkatkan Produktivitas Pertanian Di Gorontalo
04 Juli 2020 19:53 / Humas PG / 86x dilihat
03 Jul 2020
Penurunan Harga Gas Bumi Perkuat Daya Saing Petrokimia Gresik
03 Juli 2020 19:13 / Humas PG / 117x dilihat