Petrokimia Realisasikan Pupuk Bersubsidi 288.000 Ton

16 January 2014 08:05 / http://www.investor.co.id / 4930x viewed

GRESIK-PT Petrokimia Gresik telah merealisasikan pupuk bersubsidi sebesar 288.000 ton atau 72 persen dari target total realisasi selama Januari 2014 yakni sebesar 401.000 ton.

Ditektur Utama PT Petrokimia Hidayat Nyakman mengatakan di Gresik, Rabu, total realisasi itu sudah sesuai dengan amanat Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) No 122 Tahun 2013.

"Dalam penyaluran pupuk bersubsidi, PT Petrokimia Gresik mengacu Permentan, dan untuk tahun ini Petrokimia mengacu pada Permentan No 122 Tahun 2013, dimana PKG diharuskan menyalurkan pupuk sebesar 4,5 juta ton," katanya kepada Antara.

Rincian jenis pupuk bersubsidi yang disalurkan meliputi urea 193 ribu ton, ZA 800.000 ton, SP-36 760.000 ton, phonska 2 juta ton dan petroganik 800.000 ton.

Dikatakannya, penyaluran pupuk harus didasarkan pada Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) yang disusun oleh kelompok tani dan dibantu penyuluh pertanian di berbagai wilayah.

Kemudian, hasilnya dibawa ke tingkat kelurahan, kecamatan, kabupaten, provinsi dan terakhir akan terpusat di Kementerian Pertanian.

"Dari sinilah akan diketahui berapa kebutuhan pupuk bersubsidi yang diajukan oleh petani dari seluruh Indonesia," katanya.

Ia menjelaskan di tingkat bawah penyaluran pupuk bersubsidi perlu didukung gubernur melalui Pergub serta bupati melaui Perbup untuk total alokasi kebutuhan pupuk di daerah yang disetujui pemerintah pusat.

Ia berharap distribusi pupuk tidak kembali mengalami kendala sebab kelangkaan pupuk bersubsidi yang pernah terjadi juga karena masih banyak pemerintah daerah dan kota yang belum mengeluarkan peraturan bupati terkait penyaluran alokasi pupuk.

"Dari 475 kabupaten/kota, baru 15 kabupaten/kota yang sudah membuat SK terkait distribusi pupuk," kata Nyakman.

Nyakman mengimbau petani agar menyusun RDKK sesuai kebutuhannya dalam satu tahun, dimana dalam penyusunannya Petrokimia merekomendasikan pemupukan berimbang 5:3:2 (500 kg Petroganik, 300 kg Phonska, dan 200 kg Urea per hektar sawah).

Sementara terkait kelangkaan pupuk dua tahun terakhir, Nyakman mengakui alokasi pupuk dalam dua tahun terkahir memang terus berkurang, sebab adanya revisi anggaran subsidi karena depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dollar AS.

"Namun berdasarkan kesepakatan antara pemerintah dan DPR, produsen pupuk diminta tetap melayani petani asalkan tidak melebihi RDKK," katanya.(*/hrb)

http://www.investor.co.id/home/petrokimia-realisasikan-pupuk-bersubsidi-288000-ton/75846

Recent News / Report

12 Aug 2025
13 Mar 2025
PT Petrokimia Gresik Berhasil Mempertahankan Rekomendasi Sertifikat ISO 37001:2016
13 March 2025 10:52 / GCG PG / 286x viewed
21 Jul 2024
Wariskan DNA Inovatif, Petrokimia Gresik Luncurkan Buku Perjalanan 4 Tahun Transformasi Bisnis
21 July 2024 17:58 / Corcom of PG / 358x viewed
03 Oct 2023
Petrokimia Gresik’s Commitment in Launching Integrated WBS by Pupuk Indonesia Group
03 October 2023 09:15 / Corcom of PG / 3234x viewed
15 Jul 2023
15 May 2023
Celebrating its 51st Anniversary, Petrokimia Gresik Releases New Uniform
15 May 2023 12:00 / Corcom of PG / 5296x viewed