Petrokimia Gresik Bangun Tanki Amoniak 20 Ribu Ton

24 Oktober 2013 14:46 / Humas PKG / 2697

Sebagai produsen pupuk terlengkap dan terbesar di Indonesia, PT Petrokimia Gresik (PKG) terus berkomitmen untuk mengembangkan usahanya agar kebutuhan pupuk nasional dapat terpenuhi. Salah satunya adalah dengan membangun tanki amoniak berkapasitas 20 ribu metric ton (MT). Tangki ini merupakan salah satu fasilitas penyimpanan amoniak bagi Pabrik Amoniak Urea II yang akan segera dibangun oleh PKG.

Nantinya pabrik Amoniak Urea II ini akan memiliki kapasitas produksi 825 ribu ton amoniak per tahun dan 570 ribu ton Urea per tahun. Amoniak merupakan salah satu bahan baku produksi pupuk dimana PKG membutuhkan 810 ribu ton per tahun. Namun saat ini PKG hanya bisa memproduksi 440 ribu ton per tahun. Sehingga dengan adanya pabrik Amoniak Urea II, PKG akan bisa memenuhi kebutuhannya sendiri dan bisa menyalurkan pupuk Urea di seluruh Jawa Timur yang selama ini sebagiannya didatangkan dari Palembang dan Kalimantan Timur.

Direktur Utama PKG Hidayat Nyakman menyatakan bahwa pembangunan tanki ini merupakan awal dari rangkaian Proyek Amoniak Urea II. “Keberadaan tanki amoniak ini juga untuk mendukung operasional perusahaan, terutama peningkatan daya tampung amoniak untuk menjaga kontinuitas pemenuhan kebutuhan bahan baku pabrik Urea, NPK Phonska, dan ZA, sehingga sangat penting untuk mendukung keberhasilan Program Ketahanan Pangan Nasional,” ujarnya pada saat groundbreaking tanki amoniak di Gresik, Kamis (24/10/13).

Pengerjaan proyek tanki amoniak ini dilaksanakan oleh PT Rekayasa Industri dan ditargetkan beroperasi pada bulan Maret 2015. Proyek ini akan menelan biaya sekitar Rp 200 milyar dan didanai dari pinjaman perbankan nasional dan dana internal (equity) PKG.

Selain tanki amoniak, saat ini PKG juga sedang membangun sejumlah insfrastruktur seperti proyek revamping asam fosfat dan pabrik asam fosfat PT Petro Jordan Abadi untuk bahan baku pupuk, pengembangan pelabuhan, dan juga pergudangan. “Mudah-mudahan ini bermanfaat bagi bangsa dan negara. Terutama petani yang sangat mengharapkan ketersediaan pupuk dalam jumlah dan kualitas yang tepat,” jelas Dirut PKG Hidayat Nyakman. (Edri)

Berita Terbaru

Petrokimia Gresik Teken MoU Dengan Fakultas Kehutanan UGM
14 Nov 2019
Petrokimia Gresik Teken MoU Dengan Fakultas Kehutanan UGM
14 November 2019 17:00 / Humas PG / 68
Kunjungan President Director PT Cheil Jedang Indonesia
14 Nov 2019
Kunjungan President Director PT Cheil Jedang Indonesia
14 November 2019 10:11 / Humas PG / 92
Retender Jasa Distribusi Pupuk Menggunakan Kapal Laut
13 Nov 2019
Retender Jasa Distribusi Pupuk Menggunakan Kapal Laut
13 November 2019 15:08 / Humas PG / 106
Upacara Hari Pahlawan
11 Nov 2019
Upacara Hari Pahlawan
11 November 2019 10:47 / Humas PG / 131