PETROKIMIA GRESIK BANGUN TANGKI ASAM SULFAT 40 RIBU TON, PERKUAT PASOKAN BAHAN BAKU NPK NASIONAL

15 Januari 2026 13:42 / Komunikasi Korporat PG / 397x dilihat

Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia memulai proyek pembangunan tangki asam sulfat untuk memperkuat pasokan bahan baku NPK nasional. Pembangunan tangki berkapasitas total 40.000 ton diawali dengan ground breaking oleh Wakil Kepala Badan Pengaturan BUMN, Aminuddin Ma'ruf bersama Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, baru-baru ini.

Wakil Kepala Badan Pengaturan BUMN, Aminuddin Ma'ruf, menyampaikan bahwa swasembada pangan nasional menjadi perhatian Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto dalam Asta Cita. Ia pun mengapresiasi kinerja Pupuk Indonesia, termasuk Petrokimia Gresik dalam mendukung terwujudnya swasembada pangan yang berhasil dicapai lebih cepat dari target, yaitu di tahun 2025.

"Proyek ini (pembanguan tangki asam sulfat, Red) pada akhirnya mendukung Asta Cita Bapak Presiden Prabowo tentang ketahanan pangan. Dengan kondisi geopolitik dunia seperti sekarang, ketahanan pangan kita harus mandiri," ujar Aminuddin Ma'ruf.

Sementara Daconi menjelaskan asam sulfat merupakan bahan baku untuk memproduksi pupuk majemuk NPK. Tangki asam sulfat ini nantinya berfungsi untuk mendukung keberlangsungan produksi pupuk NPK di masa depan.

"Dengan pembangunan tangki ini, Petrokimia Gresik akan semakin memperkuat pasokan bahan baku pupuk NPK nasional. Dengan demikian, Petrokimia Gresik dapat memberikan kontribusi semakin besar lagi bagi terwujudnya swasembada pangan nasional secara berkelanjutan, melalui penyediaan pupuk berkualitas bagi pertanian di Indonesia," ujar Daconi.

Petrokimia Gresik merupakan pionir pupuk majemuk di dalam negeri sejak tahun 2000 dan menjadi kiblat bagi teknologi pupuk NPK di tanah air. Dengan total kapasitas produksi pupuk NPK sebesar 2,7 juta ton per tahun, menjadikan Petrokimia Gresik sebagai produsen pupuk majemuk terbesar di Indonesia.

"Dengan keberadaan tangki ini, Petrokimia Gresik bisa terus meningkatkan kapasitas produksi pupuk NPK untuk mendukung ketersediaan pupuk di dalam negeri," ujar Daconi kembali.

Tangki asam sulfat ini dibangun di kawasan Petrokimia Gresik di Gresik, Jawa Timur, tepatnya di area reklamasi tahap III dengan luas areal pembangunan 3 Hektare (Ha). Ada dua tangki asam sulfat yang dibangun dengan kapasitas masing-masing sebesar 20.000 ton, sehingga total kapasitas penyimpanan asam sulfat Petrokimia Gresik nantinya akan mencapai 100.000 ton setelah proyek ini beroperasi. Proyek tangki ini ditarget selesai dan beroperasi pada Mei 2027 dengan lama pengerjaan sekitar 18 bulan.

"Kami pastikan proyek ini memperhatikan aspek-aspek K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) dengan baik. Petrokimia Gresik maupun kontraktor juga telah menandatangani kontrak kerja sama dengan Rumah Sakit Petrokimia Gresik untuk penanganan kondisi darurat. Selain itu, dalam pengerjaan proyek ini kami juga mengutamakan aspek lingkungan," tutup Daconi.

Lampiran
File Tipe Ukuran Unduh
3 SP Ground Breaking Tangki Asam Sulfat FINAL pdf 123 KB Unduh

Siaran Pers Terbaru

21 Aug 2026
PETROKIMIA GRESIK DAN PUPUK INDONESIA SALURKAN BANTUAN UNTUK MASYARAKAT TERDAMPAK GEMPA NTT
21 Agustus 2026 16:08 / Komunikasi Korporat PG / 3x dilihat
18 Aug 2026
GROWING THE FUTURE, PETROKIMIA GRESIK TUMBUHKAN GENERASI PENERUS SENI WAYANG
18 Agustus 2026 16:04 / Komunikasi Korporat PG / 4x dilihat
15 Aug 2026
12 Aug 2026
SEMANGAT HIDUP SEHAT, RIBUAN WARGA ANTUSIAS IKUTI JALAN SEHAT BERSAMA PETROKIMIA GRESIK
12 Agustus 2026 15:53 / Komunikasi Korporat PG / 3x dilihat
11 Aug 2026
IMPLEMENTASI TJSL PETROKIMIA GRESIK RAIH PREDIKAT GOLD PILAR LINGKUNGAN DI AJANG "6TH TJSL & CSR AWARD 2026"
11 Agustus 2026 15:47 / Komunikasi Korporat PG / 5x dilihat
08 Aug 2026
PWI GRESIK APRESIASI PETROKIMIA GRESIK DALAM MEMBANGUN KOLABORASI DAN MENINGKATKAN KOMPETENSI WARTAWAN
08 Agustus 2026 15:43 / Komunikasi Korporat PG / 4x dilihat