Menteri BUMN Setujui Pupuk Tembakau Dibuat di Indonesia

10 Juli 2013 09:32 / http://www.beritajatim.com / 1636
Jember (beritajatim.com) - Tidak menentunya kondisi cuaca saat ini membuat petani tembakau merasa terpukul, kondisi ini juga dirasakan oleh petani tembakau di Jawa Timur tidak terkecuali di Kabupaten Jember.

Adanya anomali iklim membuat petani mengkhawatirkan kwalitas tanaman tembakaunya, tak jarang daun mas ini di tanam berulang-ulang oleh pemiliknya karena rusak akibat guyuran air hujan.Tanaman tembakau sendiri tak ubahnya tanaman tebu dan sifatnya tidak tahan air, tak heran jika petani dipusingkan untuk meminimalisir kerugian dan terpaksa mengambil langkah mencari alternatif tanaman lain sesuai kondisi iklim saat ini.

Hal itu diungkapkan oleh Nugroho Purwanto Direktur Komersial PT.Petro Kimia Gresik saat berkunjung ke Jember dan menjadi narasumber sarasehan dampak anomali iklim terhadap kualitas tembakau dan prospek di masa yang akan datang.

Kegiatan itu sendiri dilaksanakan untuk memperingati hari krida pertanian ke 41 dan ditempatkan di rumah Jumantoro Desa Candijati Kecamatan Arjasa Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Jember Rabu (4/7/2013).

Selain perwakilan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), juga hadir dari Dinas Perkebunan dan Kehutanan Pemkab Jember, ketua asosiasi tembakau vor’os, serta petani tembakau dari 31 kecamatan di Jember.

Anomali iklim merupakan ancaman serius terhadap kelangsungan tanaman tembakau, hal ini tidak hanya dirasakan oleh petani tembakau di Kabupaten Jember saja tapi juga merata di seluruh Indonesia.

Apa yang dirasakan oleh petani tembakau sekarang ini tidak jauh beda tahun 2010 lalu, saat itu petani terpuruk dan hanya bisa gigit jari ketika musim hujan berkepanjangan. "Namanya juga musim dan hal ini terulang lagi di tahun 2013, nyaris tahun ini tidak ada kemarau akibatnya petani resah karena dihantui oleh cuaca tidak menentu padahal mereka sebelumnya sudah terlanjur menanam tembakau,” jelas Nugroho.

Secara umum keberadaan tanaman tembakau tahun 2011 dan 2012 kualitasnya justru meningkat, apalagi di tahun itu intensitas curah hujan tidak terlalu tinggi dan petani tembakau merasa diuntungkan.PT.Petrokimia Gresik sendiri sebagai BUMN juga pernah melakukan pembicaraan bersamaan Dahlan Iskan menteri BUMN membahas pupuk tembakau.

Pasalnya selama ini pupuk tersebut diimpor dari negara lain padahal PT.Petrokimia Gresik ternama tidak hanya di dalam negeri tapi juga kawasan Asia khususnya untuk produk NPK dan hal ini langsung mendapat apresiasi tersendiri dari Dahlan.

“Apa yang dinginkan oleh PT.Kimia Gresik agar pupuk tembakau bisa dibuat di Indonesia menjadi perhatian serius dari Pak Dahlan Iskan, artinya ketika pupuk ini dibuat disini maka petani punya alternatif pilihan pupuk tembakau. Kendati pupuk ini dibuat oleh PT.Petrokimia Gresik namun kualitasnya tidak kalah jika dibanding pupuk impor."

"Artinya ketika menggunakan pupuk tembakau buatan Indonesia justru petani diuntungkan karena harganya lebih murah. Pupuk merupakan kebutuhan bagi petani ketika mereka menanam tembakau maka pupuknya harus disegerakan, karena itu kalau memakai pupuk import maka petani tidaik bisa melakukan pemupukan tepat waktu karena menunggu kiriman pupuk dari luar negeri,” ungkap Nugroho.

Sementara itu Jumantoro Ketua HKTI Kabupaten Jember ikut mendukung upaya BUMN tersebut untuk membuat pupuk tembakau sendiri, pasalnya kwalitas tembakau juga tidak terlepas dari penggunaan pupuk tembakau yang tepat dan sudah saatnya petani tembakau menggunakan pupuk buatan buatan dalam negeri. [humas]

Berita Terbaru

Kerjasama PMMB Harus Dilaksanakan Secara Konkrit
13 Dec 2019
Kerjasama PMMB Harus Dilaksanakan Secara Konkrit
13 Desember 2019 14:36 / Humas PG / 18
Petrokimia Gresik Dinobatkan Sebagai Perusahaan Terpercaya
12 Dec 2019
Petrokimia Gresik Dinobatkan Sebagai Perusahaan Terpercaya
12 Desember 2019 15:09 / Humas PG / 25
Bertransformasi Untuk Mewujudkan Indonesia yang Lebih Maju
11 Dec 2019
Bertransformasi Untuk Mewujudkan Indonesia yang Lebih Maju
11 Desember 2019 09:59 / Humas PG / 45
Industry Research Forum 2019
06 Dec 2019
Industry Research Forum 2019
06 Desember 2019 14:53 / Humas PG / 62