Launching Phonska Plus: Tidak hanya Bali, Yogyapun juga.

25 November 2016 08:43 / Humas PG / 5088x dilihat

Setelah PT Petrokimia Gresik (PG) meluncurkan pupuk NPK Phonska Plus dihadapan 170 distributornya yang berasal dari provinsi Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT), di Kota Denpasar, Bali, Kamis malam (17/11). Kamis malam (24/11) PG kembali memperkenalkan pupuk tersebut di Yogyakarta, dihadapan 115 distributornya yang berasal dari provinsi Jawa Tengah dan DI Yogyakarta.

Berdasarkan data International Fertilizer Association (IFA), sebesar 50% kondisi lahan pertanian dunia mengalami defisiensi unsur hara mikro Zink (Zn) yang cukup signifikan. Peta defisiensi Zink menunjukkan bahwa Indonesia termasuk wilayah dengan defisiensi terparah di dunia.

Selain pada tanah, IFA menyebutkan 1/3 populasi dunia atau sekitar 2 miliar manusia juga mengalami defisiensi nutrisi Zink pada tubuh. Adapun kebutuhan nutrisi Zink pada manusia utamanya berasal dari asupan pangan. Oleh karena itu, perlu adanya upaya penambahan unsur hara mikro Zink pada lahan pertanian.

Dari hal tersebut PG berupaya memberikan pencerahan kepada petani mengenai pentingnya Zink pada lahan pertanian.

“Kami akan terus menyosialisasikan kepada petani mengenai pentingnya Zink pada lahan pertanian. Sehingga kita tidak sekedar fokus pada unsur hara makro saja, tetapi unsur hara mikro juga penting untuk diperhatikan,” ujar Dirprod PG I Ketut Rusnaya.

Dari segi ketersediaan produk, realisasi produksi NPK Phonska Plus telah mencapai lebih dari 5 ribu ton dan sebagian besar telah didistribusikan ke sejumlah daerah. PG kembali menargetkan produksi dan pemasaran 15.000 ton pada bulan Oktober s.d Desember 2016. Sedangkan pada tahun 2017, PG menargetkan total produksi 100.000 ton.

Dirprod PG I Ketut Rusnaya percaya bahwa sebuah langkah besar berawal dari langkah kecil. Mengacu pada sejarah kesuksesan NPK Phonska pada tahun 2005, dimana saat itu kuantum pejualan hanya 200 ribu ton per tahun, kini kuantum penjualannya telah mencapai lebih dari 2 juta ton per tahun.

“Berawal dari langkah kecil namun konsisten, kami optimis NPK Phonska Plus akan menjadi market leader untuk pasar pupuk NPK non - subsidi,” tutup Dirprod PG I Ketut Rusnaya. isp.-

Berita Terbaru

07 Dec 2022
Perluas Manfaat Program Makmur, Petrokimia Gresik Gandeng PT SGN Tingkatkan Produktivitas Tebu Nasional
07 Desember 2022 10:37 / Komunikasi Korporat PG / 66x dilihat
06 Dec 2022
Petrokimia Gresik Gerak Cepat Salurkan 1000 Paket Sembako untuk Korban Erupsi Gunung Semeru di Lumajang
06 Desember 2022 14:24 / Komunikasi Korporat PG / 90x dilihat
01 Dec 2022
30 Nov 2022
Petrokimia Gresik Raih Penghargaan Platinum Rank (Tertinggi) Di Ajang Asia Sustainability Reporting Rating Awards
30 November 2022 18:00 / Komunikasi Korporat PG / 136x dilihat