GP3K Petrokimia Gresik Menuai Hasil Memuaskan

09 Desember 2011 11:06 / Hartono / 519x dilihat

KULON PROGO. Program Gerakan Peningkatan Produksi Pangan Berbasis Korporasi (GP3K) PT Petrokimia Gresik (PKG) di Kabupaten Kulon Progo menuai hasil yang memuaskan. Kemarin (07/12) dilakukan panen raya secara simbolis di Desa Bangun Cipto Kecamatan Sentolo Kulon Progo. Panen padi secara bersama dilakukan oleh Dirjen PSP Kementerian Pertanian Sumarjo Gatot Irianto, Direktur Utama PKG Hidayat Nyakman, Direktur Komersil PKG T Nugroho Purwanto, Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo, dan Kadisperta DIY Nanang Suwandi

Program GP3K merupakan program yang dicanangkan oleh Pemerintah untuk meningkatkan produksi gabah kering giling (GKG) dari 66,4 juta ton menjadi 70,6 juta ton pada 2011 dan dukungan terhadap program swasembada beras Kementerian Pertanian pada 2014 sebesar 10 juta ton.

Program GP3K PKG di Kabupaten Kulon Progo telah mencapai 1.133,62 hektar lahan, diikuti oleh 1.366 orang petani yang tersebar di 3 kecamatan yaitu Galur, Nanggulan dan Sentolo. Berdasarkan hasil ubinan di lokasi penanaman GP3K , estimasi hasil panen perhektar adalah 10,3 ton GKG. Hasil ini jauh lebih tinggi daripada hasil panen yang biasa didapat petani, yaitu 7 ton GKP atau terdapat selisih sekitar 3 ton GKP, sehingga dapat meningkatkan pendapatan petani.

Direktur Utama PKG Hidayat Nyakman menjelaskan, untuk menjamin keberhasilan GP3K di wilayah kerjanya, PKG merumuskan program kawalan budidaya. Meliputi kawalan aplikasi pemupukan berimbang serta pengendalian hama dan penyakit tanaman. Selain kawalan budidaya, PKG juga menawarkan pemberian pinjaman pupuk atau pinjaman biaya budidaya bagi petani yang memiliki keterbatasan modal, dan pengembaliannya dapat dilakukan setelah petani panen atau lebih dikenal dengan sistem “yarnen” atau bayar panen.

Dijelaskan pula oleh Hidayat Nyakman bahwa faktor utama keberhasilan kegiatan budidaya adalah pemupukan berimbang dan pemilihan benih yang baik. Dosis pemupukan berimbang dengan menggunakanan pupuk organik dan pupuk anorganik yang direkomendasikan oleh PKG adalah 500 kg Petroganik, 300 kg PHONSKA dan 200 kg Urea digunakan untuk satu hektar lahan pertanian padi.

Dirjen PSP Kementerian Pertanian Sumarjo Gatot Irianto menyambut baik keberhasilan program GP3K yang telah dilakukan oleh pabrik-pabrik pupuk. “Semoga keberhasilan program GP3K dapat mempercepat program swasembada beras” tegasnya.

Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo merasa senang dengan keberhasilan program GP3K di daerahnya dan menganjurkan kepada para petani untuk menerapkan pemupukan berimbang karena terbukti mampu menghasilkan beras yang baik untuk mencukupi lumbung beras kabupaten. (Sasono Handito/Hartono)

Berita Terbaru

06 Aug 2020
Petrokimia Gresik Terapkan Pembelajaran Digital Untuk Program Magang Mahasiswa
06 Agustus 2020 11:29 / Humas PG / 41x dilihat
03 Aug 2020
Rahmad Pribadi Dinobatkan Sebagai Top Leader On CSR Commitment 2020
03 Agustus 2020 16:26 / Humas PG / 103x dilihat
02 Aug 2020
Rahmad Pribadi : Petrokimia Gresik Dukung Penelitian Deteksi Virus Penyebab Covid-19
02 Agustus 2020 19:18 / Humas PG / 139x dilihat
02 Aug 2020
Idul Adha 1441 H
02 Agustus 2020 11:15 / Humas PG / 157x dilihat