Dahlan Iskan Ancam Ganti Dirut BUMN, Jika...

26 Juni 2013 14:05 / http://economy.okezone.com / 2245x dilihat

Akbar Dongoran - Okezone

MEDAN – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku akan mengintensifkan kegiatan pencegahan dan pemberantasan korupsi di sector bisnis, baik swasta maupun pemerintah melalui Badan Usaha Milik Negara. KPK pun meminta agar seluruh pihak, khususnya BUMN, dapat ikut serta mendorong upaya pemberantasan korupsi, agar di samping untuk meminimalir kerugian Negara, juga untuk menciptakan iklim usaha yang sehat di antara para pebisnis.

Menanggapi hal tersebut Menteri BUMN Dahlan Iskan mengaku mengapresiasi langkah KPK, untuk secara intensif melakukan pencegahan dan pemberantasan korupsi di BUMN. Ia bahkan meminta seluruh direktur BUMN untuk kooperatif dengan upaya tersebut. Bahkan ia meminta agar dukungan tersebut diwujudkan dengan meningkatkan pengawasan internal, termasuk dengan memperbaiki system yang memungkinkan munculnya tindakan korupsi.

Tak tanggung-tanggung, Mantan Direktur PLN itu memberikan ultimatum kepada direktur BUMN yang terbukti tidak kooperatif. Dahlan menjamin akan segera melakukan penggantian, jika tindakan tak kooperatif itu terbukti.

"Saya pikir semua akan kooperatif. Kita tidak akan alergi atau resisten lagi dengan upaya pemberantasan korupsi. Karena memang kita secara internal pun sudah mengusung itu. Tapi kalau ada yang nyeleneh, berarti tidak ingin lagi jadi direktur, dan minta diganti. Ya kalau saya sederhana aja. Kalau enggak mau ya kita ganti,” tegasnya kepada Okezone di Medan, Senin (24/6/2013) malam.

Dahlan juga mengatakan, saat ini merupakan titik balik bagi BUMN untuk menjadi perusahaan-perusahaan kelas dunia. Semua direktur BUMN sepaham soal itu. Dan tentunya upaya tersebut hanya bisa diwujudkan, jika angka korupsi dapat ditekan hingga seminimal mungkin.

Blue print BUMN kita saat ini adalah perusahaan kelas dunia. Kalau masih korupsi ya enggak mungkin bisa. Tapi kalau satu dua masih ada yang berspekulasi. Makanya kita persilahkan saja. Yang pentingkan tidak terstruktur seperti dulu. Hemat saya budayanya sudah berubah,” tutupnya. (wdi)

Berita Terbaru

16 Jan 2021
Pupuk Indonesia Terus Percepat Distribusi ke Gudang dan Kios
16 Januari 2021 22:52 / Humas PG / 21x dilihat
14 Jan 2021
Petrokimia Gresik Himbau Petani Terapkan Pemupukan Berimbang
14 Januari 2021 17:16 / Humas PG / 66x dilihat
07 Jan 2021
Pupuk Indonesia Persiapkan Diri Menghadapi Musim Tanam
07 Januari 2021 16:24 / Humas PG / 183x dilihat
07 Jan 2021
Waspada Covid19 Klaster Keluarga
07 Januari 2021 16:17 / Humas PG / 119x dilihat