Berkat Petro Hi-Corn, Hasil Panen Dua Kali Lipat

16 Mei 2017 15:18 / Humas PG / 7862x dilihat

Jagung selain sebagai bahan pangan, pakan ternak, juga dapat diolah menjadi bioetanol (bahan bakar). Oleh karena itu, PT Petrokimia Gresik (PG) sebagai anak usaha PT Pupuk Indonesia (Persero) turut mendukung upaya pemerintah dalam mendorong produktivitas jagung, baik dari segi kuantitas, kualitas, maupun kontinuitas, melalui penyediaan benih unggul, pupuk, dan pengolahan tanah.

Bertempat di Desa Wotan, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik, Selasa (16/5) PG melakukan panen raya jagung. Dalam demonstration plot (demplot) jagung ini, diperkirakan hasil panen mencapai 8,3 ton pipilan kering per hektar di lahan seluas 3.000 m3 atau meningkat sekitar dua kali lipat jika dibandingkan dengan panen kebiasaan petani setempat yang hanya 4-5 ton pipilan kering per hektar.

Sekretaris Perusahaan PG Wahyudi menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk dukungan PG terhadap upaya peningkatan produktivitas jagung nasional. Karena jagung merupakan salah satu komoditas strategis setelah beras.

“Benih yang kami sarankan adalah Petro Hi-Corn dengan pola pemupukan berimbang 5-3-3 untuk tanaman jagung, yaitu 500 kg pupuk organik Petroganik, 300 kg NPK Phonska Plus, dan 300 kg pupuk ZA per hektar lahan,” ujar Wahyudi.

Lebih lanjut Sekretaris Perusahaan PG menjelaskan bahwa Petro Hi-Corn merupakan benih jagung unggulan varietas BIMA 14 BATARA hasil kerjasama PG dengan Balai Penelitian Tanaman Serealia Maros, Sulawesi Selatan, pada tahun 2013. Produk ini pertama kali diluncurkan di Gresik pada tahun 2014 dan telah melewati serangkaian uji coba multi lokasi.

Adapun keunggulan Petro Hi-Corn diantaranya adalah memiliki potensi penghasilan yang tinggi (dengan kondisi ideal panen bisa mencapai 12 ton pipilan kering per hektar), tahan terhadap penyakit bulai, dan tahan terhadap kondisi pertanaman yang mengalami rebah.

“Keunggulan ini terbukti pada usia tanam ke-35 hari dimana tanaman jagung pada demplot sempat rebah karena tertiup angin kencang. Namun tanaman dapat berdiri kembali dan berproduksi secara optimal,” ujar Wahyudi.

Selain benih unggul, faktor penting lainnya adalah pupuk. Dalam kesempatan ini PG kembali memperkenalkan keunggulan pupuk NPK Phonska Plus kepada petani jagung setempat. Pupuk NPK Phonska Plus merupakan produk NPK non-subsidi generasi terbaru, dengan kandungan NPK 15-15-15 serta diperkaya dengan 9% Sulfur dan unsur hara mikro Zink (Zn) sebesar 2.000 ppm.

Serta pengolahan tanah pada demplot ini menggunakan Petro Cas. Produk ini bermanfaat sebagai sumber unsur hara Kalsium dan Sulfur untuk tanaman serta memperbaiki sifat fisik dan kimia pada tanah.

Dengan pembuktian tersebut, kami berharap petani di Kecamatan Panceng dan di wilayah manapun mau menggunakan benih Petro Hi-Corn, pupuk NPK Phonska Plus, serta Petro Cas, untuk meningkatkan produktivitas tanaman jagung miliknya,” ujar Wahyudi. Edri/isp.-

Berita / Reportase Terbaru

12 Aug 2025
Momen Kemerdekaan RI, Petrokimia Gresik Bangun Kebersamaan dengan Masyarakat Lewat "Citizen Games"
12 Agustus 2025 13:47 / Komunikasi Korporat PG / 78x dilihat
13 Mar 2025
PT Petrokimia Gresik Berhasil Mempertahankan Rekomendasi Sertifikat ISO 37001:2016
13 Maret 2025 10:52 / TKMR PG / 286x dilihat
21 Jul 2024
Wariskan DNA Inovatif, Petrokimia Gresik Luncurkan Buku Perjalanan 4 Tahun Transformasi Bisnis
21 Juli 2024 17:58 / Komunikasi Korporat PG / 358x dilihat
03 Oct 2023
Komitmen Petrokimia Gresik dalam Launching WBS Terintegrasi Pupuk Indonesia Group
03 Oktober 2023 09:15 / Komunikasi Korporat PG / 3234x dilihat
15 Jul 2023
Pererat Kolaborasi Demi Tingkatkan Suasana Harmonis Antar Karyawan, Petrokimia Gresik Gelar Corsa Festival
15 Juli 2023 11:34 / Komunikasi Korporat PG / 3681x dilihat
15 May 2023
Rayakan HUT Ke-51, Petrokimia Gresik Rilis Seragam Baru
15 Mei 2023 12:00 / Komunikasi Korporat PG / 5297x dilihat