LIBATKAN 261 GENERASI Z, SCHOOL LAB FARMING PETROKIMIA GRESIK DONGKRAK PRODUKTIVITAS PERTANIAN HINGGA LIMA KALI LIPAT

04 September 2026 18:26 / Komunikasi Korporat PG / 50x dilihat

PT Petrokimia Gresik (Persero), perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding PT Pupuk Indonesia (Persero), membuktikan bahwa pertanian modern dapat menjadi magnet bagi Generasi Z. Melalui program School Lab Farming yang melibatkan 261 siswa di tiga SMK pertanian Jawa Timur, para siswa menerapkan pertanian presisi sekaligus mengelola lahan sekolah sebagai ruang belajar, produksi, dan pengembangan bisnis pertanian.

Hasilnya, produktivitas sejumlah komoditas meningkat signifikan. Di SMK Negeri 1 Kademangan, Blitar, sebanyak 800 kilogram bawang merah kering berhasil dipanen dari lahan seluas 1.000 meter persegi. Hasil tersebut meningkat lebih dari lima kali lipat dibandingkan musim tanam sebelumnya yang hanya menghasilkan sekitar 150 kilogram dari lahan yang sama.

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob menyampaikan bahwa regenerasi petani menjadi tantangan bersama dalam menjaga keberlanjutan sektor pertanian nasional. Melalui School Lab Farming, Petrokimia Gresik ingin menghadirkan pengalaman bertani yang lebih dekat dengan karakter generasi muda, yaitu berbasis teknologi, data, produktivitas, dan peluang usaha.

“Melalui School Lab Farming, kami ingin menunjukkan kepada generasi muda bahwa pertanian saat ini sudah berkembang jauh. Dengan dukungan teknologi smart farming dan pengelolaan lahan sekolah sebagai teaching factory yang produktif, siswa tidak hanya belajar bercocok tanam, tetapi juga memahami bagaimana pertanian dapat dikelola secara modern dan memiliki prospek usaha yang menjanjikan,” ujar Daconi di Gresik, Jawa Timur.

Selain bawang merah, ratusan melon juga berhasil dibudidayakan di dalam greenhouse SMK Negeri 1 Kademangan dengan tingkat kemanisan mencapai 15 °Brix. Hasil serupa diperoleh di SMK Negeri 8 Jember dan SMK Muhammadiyah 5 Gresik. Kedua sekolah tersebut membudidayakan varietas melon berbeda dengan bobot antara 1,2 hingga 2 kilogram dan tingkat kemanisan minimal 15 °Brix.

Menurut Daconi, capaian tersebut menunjukkan bahwa pertanian dapat semakin menarik bagi Generasi Z ketika dikelola dengan teknologi dan metode budidaya yang tepat. Siswa dapat melihat secara langsung hubungan antara penggunaan teknologi, proses produksi, kualitas hasil panen, hingga nilai ekonomi yang diperoleh.

“Ketika siswa melihat sendiri bahwa lahan yang mereka kelola mampu menghasilkan produk berkualitas dan memiliki nilai jual, mereka mendapatkan perspektif baru tentang pertanian. Bukan hanya sebagai aktivitas budidaya, tetapi sebagai bidang usaha yang membutuhkan teknologi, kemampuan analisis, dan pengelolaan bisnis,” tandasnya.

Dalam penerapan pertanian presisi, siswa dibiasakan bekerja berdasarkan data. Mereka mencatat perkembangan tanaman, kondisi media tanam, kebutuhan dan dosis pemupukan, hingga hasil produksi melalui matriks yang terstandar. Dari proses tersebut, siswa belajar menganalisis kondisi tanaman sekaligus mengambil keputusan budidaya berdasarkan data.

Selain bawang merah dan melon, ketiga sekolah juga mengembangkan komoditas pendukung seperti buncis dan kembang kol sebagai bagian dari rotasi tanam. Diversifikasi komoditas tersebut sekaligus memperluas pengalaman siswa dalam mengelola berbagai jenis usaha pertanian.

School Lab Farming merupakan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Petrokimia Gresik yang dijalankan dengan kerangka Creating Shared Value (CSV). Program ini tidak hanya memberikan dukungan sarana pertanian, tetapi juga mendorong optimalisasi aset sekolah sehingga dapat dimanfaatkan sebagai ruang praktik sekaligus unit produksi.

Program tersebut merupakan tindak lanjut dari kompetisi HARVESTION 2025 yang sebelumnya mempertemukan 33 SMK pertanian dari 15 kabupaten/kota di Jawa Timur. Dari kegiatan tersebut, Petrokimia Gresik melihat bahwa minat generasi muda terhadap sektor pertanian sebenarnya cukup besar, tetapi belum seluruhnya berkembang menjadi ketertarikan untuk menekuni budidaya maupun menjadikan pertanian sebagai pilihan profesi dan usaha.

Di sisi lain, sejumlah sekolah masih menghadapi keterbatasan sarana praktik dan akses terhadap teknologi pertanian modern, serta adanya kesenjangan antara pembelajaran di kelas dengan kebutuhan dunia industri. Padahal, banyak sekolah memiliki lahan yang cukup luas dan produktif untuk dikembangkan sebagai laboratorium praktik sekaligus unit produksi.

“School Lab Farming membuat proses belajar tidak berhenti pada demonstrasi di lahan. Siswa menjadi pelaku utama dalam seluruh siklus pertanian, mulai dari perencanaan budidaya, pengelolaan tanaman, pencatatan data, panen, hingga memahami nilai ekonomi dari produk yang mereka hasilkan,” ujar Daconi.

Kepala SMK Negeri 1 Kademangan, Hadi Sucipto mengapresiasi program School Lab Farming karena memberikan pengalaman baru bagi siswa dalam mengenal pertanian berbasis teknologi. Menurutnya, pendekatan pertanian modern dapat meningkatkan ketertarikan generasi muda karena siswa tidak hanya mempelajari teknik budidaya, tetapi juga memahami teknologi dan peluang usaha di sektor pertanian.

“Kami sangat mengapresiasi program ini karena siswa mendapatkan kesempatan untuk belajar dan mempraktikkan langsung pertanian modern. Harapannya, pengalaman ini dapat menumbuhkan semakin banyak generasi muda yang tertarik mengembangkan sektor pertanian sekaligus turut mendukung terwujudnya pertanian berkelanjutan dan ketahanan pangan nasional,” tutupnya.


Lampiran
File Tipe Ukuran Unduh
56 School Lab Farming FINAL pdf 148 KB Unduh

Siaran Pers Terbaru

13 Oct 2026
JELANG MUSIM TANAM OKTOBER–MARET, PETROKIMIA GRESIK SIAPKAN STOK 443 RIBU TON PUPUK BERSUBSIDI
13 Oktober 2026 23:27 / Komunikasi Korporat PG / 40x dilihat
09 Oct 2026
KOMUNIKASI KUAT DAN BERDAMPAK, PETROKIMIA GRESIK BORONG TUJUH PENGHARGAAN AHI 2026
09 Oktober 2026 23:24 / Komunikasi Korporat PG / 23x dilihat
07 Oct 2026
HADIRKAN MANFAAT BAGI MASYARAKAT PESISIR, PETROKIMIA GRESIK SALURKAN RP100 JUTA UNTUK NELAYAN SEKITAR PERUSAHAAN
07 Oktober 2026 23:12 / Komunikasi Korporat PG / 22x dilihat
02 Oct 2026
DARI GANG SEMPIT TEMBUS PASAR GLOBAL, BATIK BANGSAWAN APRESIASI PENDAMPINGAN PETROKIMIA GRESIK
02 Oktober 2026 23:02 / Komunikasi Korporat PG / 21x dilihat
29 Sep 2026
DARI LIMBAH JADI NILAI EKONOMI, PETROKIMIA GRESIK DORONG KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT SEKITAR
29 September 2026 22:56 / Komunikasi Korporat PG / 15x dilihat
26 Sep 2026
DUKUNG MASA DEPAN GENERASI GRESIK, 17 MAHASISWA BERPRESTASI TERIMA BESTRO S1/D4
26 September 2026 18:53 / Komunikasi Korporat PG / 59x dilihat