Tentang GCG

PEDOMAN TATA KELOLA PERUSAHAAN YANG BAIK
(Code Of Corporate Governance)
PT PETROKIMIA GRESIK

PT Petrokimia Gresik sebagai Badan Usaha mempunyai kewajiban melaksanakan prinsip-prinsip GCG yaitu transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi dan fairness, maka disusun suatu pedoman penerapan GCG (code of CG) yang secara periodik dilakukan penyempurnaan dalam rangka peningkatan dan penyesuaian terhadap perubahan peraturan yang mendukung penyusunan pedoman tersebut sehingga lebih konstruktif dan fleksibel bagi perusahaan.

Ruang lingkup pedoman penerapan GCG PT Petrokimia Gresik meliputi : komitmen, organ utama, organ pendukung, akses informasi kepada publik, teknologi informasi, manajemen risiko dan etika perusahaan.

  1. Komitmen

    Komitmen dalam penerapan GCG diartikan sebagai aturan-aturan tertulis dan upaya perusahaan untuk melaksanakan aturan-aturan tersebut serta perhatian yang sungguh-sungguh dan seimbang terhadap kepentingan Stakeholders.

    Komitmen Penerapan GCG di PT Petrokimia Gresik :

    • Menyusun Pedoman GCG (code of CG)
    • Menyusun Kode Etik atau Kode Perilaku dan mengkomunikasikan kepada seluruh elemen perusahaan.
    • Merevisi Board Policy Manual (BPM) terkait perubahan Undang Undang Perseroan Terbatas No. 40 Tahun 2007.
    • Melakukan penandatanganan Pakta Integritas oleh pejabat eselon I dan II serta Direksi Anak Perusahaan di lingkungan PT Petrokimia Gresik serta Perwakilan 10 Pemasok dan 10 Distributor/Eksportir.
    • Menyusun Pedoman Tata Kelola Teknologi Informasi sebagai acuan dalam pengelolaan Teknologi Informasi (TI) di perusahaan.
    • Menyusun Corporate Policy manual sebagai bentuk implementasi prinsip pertanggungjawaban.
    • Menyusun Internal Audit Charter (IAC).
    • Menyusun Committee Audit Charter (CAC).
    • Menyusun Pedoman Penerapan Manajemen Risiko.
    • Menyusun Sistem Manajemen Mutu, Lingkungan dan K3.
    • Menyusun Pedoman Corporate Social Responsibility (CSR).
  2. Organ Utama

    Organ utama dalam ruang lingkup penerapan GCG PT Petrokimia Gresik meliputi Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), Komisaris dan Direksi.

    • Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)

      Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) merupakan organ perusahaan pemegang kekuasaan tertinggi dalam perusahaan dan memegang segala wewenang yang tidak diserahkan kepada Direksi atau Komisaris. Pemegang Saham mayoritas PT Petrokimia Gresik adalah PT Pupuk Indonesia (Persero) (99,99%), sedangkan Pemegang Saham minoritas adalah Yayasan PT Petrokimia Gresik (0,01%). Hal terpenting dalam penerapan GCG adalah bahwa setiap Pemegang Saham dapat memberikan hak suaranya dalam menentukan arah pengelolaan perusahaan, mendapatkan informasi material yang penting tentang perkembangan perusahaan, dan berhak menerima pembagian keuntungan perusahaan.

      PT Petrokimia Gresik menyelenggarakan RUPS sebanyak 2 (dua) kali dalam setahun, meliputi :

      1. RUPS Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP)
      2. RUPS Kinerja
        Pelaksanaan RUPS Kinerja dengan hasil keputusan :
        • Remunerasi Direktur Utama, Direksi, Komisaris serta Sekretaris Komisaris.
        • Menetapkan penggunaan laba bersih konsolidasi untuk dividen, PKBL, tantiem direksi dan Komisaris serta dana yang dicadangkan.
        • Penghapus bukuan atas Program Ketahanan Pangan dan Kemitraan.

        Sesuai dengan prinsip akuntabilitas, bahwa Pemegang Saham/Pemilik Modal tidak diperkenankan mencampuri kegiatan operasional perusahaan yang menjadi tanggung jawab Direksi sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar Perusahaan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

      3. RUPS Luar Biasa, yaitu untuk mengangkat dan memberhentikan Komisaris dan Direksi yang pelaksanaannya disesuaikan dengan Rencana Jangka Panjang Perusahaan, dan harus mendapat persetujuan oleh pemegang Saham sebagai acuan sasaran perusahaan untuk 5 (lima) tahun mendatang.
    • Komisaris

      Komisaris adalah organ perusahaan yang bertugas melakukan pengawasan secara umum dan atau khusus serta memberikan nasihat kepada Direksi dalam menjalankan perusahaan demi kepentingan perusahaan dan Pemegang Saham, serta memastikan perusahaan selalu melaksanakan tanggung jawab sosial kemasyarakatannya (Corporate Social Responsibility), serta memantau efektivitas penerapan GCG yang dilaksanakan perusahaan.

      Dewan Komisaris PT Petrokimia Gresik terdiri atas enam Komisaris, yaitu satu Komisaris Utama, dan lima anggota Komisaris yang dua di antaranya merupakan Komisaris Independen. Komisaris Independen didefinisikan sebagai seseorang yang tidak terafiliasi dalam segala hal dengan Pemegang Saham, tidak memiliki hubungan afiliasi dengan Direksi atau Dewan Komisaris.

      Secara lengkap Komisaris PT Petrokimia Gresik saat ini adalah :

      Komisaris Utama:Djohan Safri
      Anggota Komisaris:Panggah Susanto
      Anggota Komisaris:Mahmud Nurwindu
      Anggota Komisaris:Hari Priyono
      Anggota Komisaris:Yoke C. Katon
      Anggota Komisaris:Heriyono

      Masing-masing Anggota Komisaris bertanggung jawab atas satu bidang yang meliputi : Bidang Distribusi dan Pemasaran Pupuk, Bidang Produksi dan Teknologi, Bidang Manajemen dan Keuangan serta Bidang Investasi dan Kebijakan Usaha, serta Bidang Sumber Daya Manusia & Organisasi.

      Sesuai dengan Anggaran Dasar Perusahaan, Komisaris mengadakan rapat sekurang-kurangnya sekali tiap bulan dan setiap saat apabila dipandang perlu.

      Untuk menunjang tugasnya dan memastikan bahwa setiap anggota Dewan Komisaris ber-fungsi secara efektif, Dewan Komisaris mem-bentuk Komite Audit yang bertugas membantu Komisaris dalam memastikan efektivitas pelak-sanaan tugas eksternal dan internal auditor.

    • Direksi

      Direksi adalah organ perusahaan pemegang kekuasaan eksekutif di perusahaan dan mengendalikan operasi perusahaan sehari-hari dalam batas-batas yang ditetapkan oleh UU Perseroan Terbatas, UU BUMN, Anggaran Dasar Perusahaan dan keputusan RUPS, serta di bawah pengawasan Dewan Komisaris. Tugas dan fungsi utama Direksi adalah menjalankan roda manajemen perseroan secara menyeluruh, mengupayakan perusahaan dapat melaksanakan tanggung jawab sosial kemasyarakatannya, memperhatikan berbagai kepentingan Stakeholders dan senantiasa mendorong penerapan GCG yang dilaksanakan dengan konsisten. Sesuai dengan Risalah Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Petrokimia Gresik pada tanggal 13 Januari 2016, maka Direksi PT Petrokimia Gresik, sbb :

      Direktur Utama:Nugroho Christijanto
      Direktur Teknik & Pengembangan:Arif Fauzan
      Direktur Produksi:I Ketut Rusnaya
      Direktur Keuangan:Pardiman
      Direktur Pemasaran:Meinu Sadariyo
      Direktur SDM & Umum:Rahmad Pribadi

      Kegiatan yang dilakukan Direksi PT Petrokimia Gresik, antara lain :

      • Menyelenggarakan Rapat Anggaran setiap bulan beserta pejabat eselon I & II.
      • Menyelenggarakan Rapat Intern Direksi setiap bulan dan setiap saat jika diperlukan
      • Membuat Laporan Kegiatan Manajemen Bulanan, Triwulanan, dan Tahunan kepada Komisaris dan Pemegang Saham sebagai bentuk penerapan prinsip GCG.

      Selain itu, Direksi juga membentuk unit kerja Manajemen Risiko dengan tujuan agar sistem pengamanan perusahaan terhadap risiko yang sangat merugikan perusahaan mampu mengurangi/menekan risiko sekecil mungkin, sehingga diharapkan perusahaan akan dapat memperoleh hasil yang optimal. Kebijakan Teknologi Informasi juga diperlukan mengingat bahwa pengelolaan TI perusahaan pada masa yang akan datang harus jelas arahnya.

      Setiap tahun Direksi menyusun Kontrak Manajemen yang merupakan target tahunan yang tertuang dalam Key Performance Indicator (KPI) dengan berpedoman pada KPI Holding.

  3. Organ Pendukung

    Organ Pendukung dalam penerapan GCG PT Petrokimia Gresik meliputi Komite Audit, Eksternal Auditor, Satuan Pengawasan Intern, dan Sekretaris Perusahaan.

    • Komite Audit

      Komite Audit berperan dalam membantu Komisaris untuk menjalankan fungsi pengawasan. Anggota Komite Audit diangkat dan diberhentikan oleh Komisaris dan dilaporkan kepada Rapat Umum Pemegang Saham.

      Kegiatan-kegiatan yang dilakukan Komite Audit di antaranya :

      • Mengikuti proses penunjukan Kantor Akuntan Publik (KAP)
      • Melakukan Evaluasi Hasil Audit KAP
      • Melakukan evaluasi atas Laporan Hasil Kegiatan Manajemen Bulanan serta memberi saran perbaikan.
      • Melakukan evaluasi pelaksanaan Manajemen Lingkungan & Implementasi Manajemen Risiko.
      • Pemeriksaan terhadap aset perusahaan (barang bekas) untuk dinyatakan sebagai barang yang tidak laik pakai.
      • Evaluasi pengendalian internal atas pengadaan barang dan jasa
      • Evaluasi laporan hasil Audit SPI
      • Rapat dengan Dewan Komisaris
      • Mendampingi Komisaris melakukan kunjungan kerja ke daerah-daerah.
      • Evaluasi proses pengadaan proyek-proyek perusahaan.
    • Eksternal Auditor

      Eksternal Auditor adalah institusi independen yang ditunjuk oleh RUPS untuk melaksanakan fungsi audit terhadap semua catatan akuntansi dan data pendukungnya serta memberikan pendapatnya tentang kewajaran, ketaat azasan, dan kesesuaian laporan keuangan perusahaan dengan Standar Akuntansi Indonesia.

      Komisaris melalui Rekomendasi Komite Audit menyetujui penunjukan Kantor Akuntan Publik untuk melakukan :

      • Audit atas Laporan Keuangan PT Petrokimia Gresik dan Laporan Keuangan Konsolidasian.
      • Audit atas kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan dan pengendalian intern sesuai PSA 62.
      • Audit atas laporan Evaluasi Kinerja Perusahaan dan pencapaian Key Performance Indicator (KPI)
      • Audit Key Performance Indicator (KPI) manajemen yang mengacu pada Kontrak Manajemen.
      • Melakukan audit atas laporan penggunaan dana Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (KBL).
    • Sekretaris Perusahaan

      Sekretaris Perusahaan adalah pejabat perusahaan yang bertindak sebagai Pejabat Penghubung (Liaison Officer) yang bertugas menata-usahakan serta menyimpan dokumen perusahaan (Daftar Pemegang Saham, Daftar Khusus Risalah Rapat Direksi maupun RUPS/RUPS-LB), serta memastikan bahwa perusahaan telah mematuhi peraturan perundangan.

      Sebagai pihak penghubung, Sekretaris Perusahaan memiliki tanggung jawab :

      • Mendukung efektivitas kerja Direksi, Dewan Komisaris dan Komite-Komite Dewan Komisaris.
        Sekretaris Perusahaan melakukan pengaturan jadual rapat dengan pihak internal/eksternal, pertemuan dengan auditor & konsultan eksternal, serta mendampingi Direksi dalam berkomunikasi dengan pihak luar.
      • Meningkatkan efektivitas hubungan perusahaan dengan pihak-pihak di luar perusahaan. Sekretaris Perusahaan berupaya membangun komunikasi dengan pihak luar perusahaan secara terpadu dalam satu bahasa, sehingga tidak menimbulkan kerancuan yang dapat mempengaruhi kinerja dan citra perusahaan.
      • Mengelola penyimpanan berbagai dokumen penting perusahaan. Untuk memudahkan Sekretaris Perusahaan dalam melakukan tugasnya sebagai pihak penghubung, maka berbagai dokumen penting perusahaan seperti daftar pemegang saham, daftar khusus, berbagai risalah rapat, laporan-laporan perusahaan berada dalam pengawasan dan tanggung jawab Sekretaris Perusahaan.
    • Satuan Pengawasan Intern

      Satuan Pengawasan Intern (SPI) adalah unit kerja yang melaksanakan fungsi pengawasan/audit internal berdasarkan pendelegasian wewenang dan tanggung jawab dari Direksi. Keberadaan SPI PT Petrokimia Gresik telah memenuhi UU no. 19 tahun 2003 tentang BUMN, bab VI pasal 67, bahwa pada setiap BUMN dibentuk SPI yang merupakan aparat Pengawas Intern Perusahaan, dan dipimpin oleh seorang kepala SPI yang bertanggung jawab kepada Direktur Utama.

      Dalam rangka mendukung terwujudnya penerapan GCG atau Tata kelola Perusahaan yang baik secara konsisten, melalui Surat keputusan Direksi PT Petrokimia Gresik, No. 0043/TU.04.02/06/SK/2012 ditetapkan Piagam Audit Internal (Internal Audit Charter) PT Petrokimia Gresik didasarkan pada prinsip-prinsip independensi, profesionalisme, integritas, obyektivitas dan kemitraan. Di dalam Internal Audit Charter ditetapkan tugas Pokok Unit Kompartemen Audit Internal adalah membantu Direksi dan seluruh unit kerja di PT Petrokimia Gresik dalam meningkatkan mutu pelaksanaan tugas untuk mencapai tujuan Perusahaan dan sebagai pendamping bagi auditor eksternal.

      Sedangkan Fungsi Unit Kompartemen Audit Internal adalah :

      • Melaksanakan evaluasi atas efektifitas pelaksanaan pengendalian Intern, manajemen risiko dan proses tata kelola Perusahaan sesuai dengan peraturan perundang- undangan dan kebijakan perusahaan.
      • Melaksanakan pemeriksaan dan penilaian atas efisiensi dan efektifitas di bidang keuangan, operasional, sumber daya manusia, teknologi informasi dan kegiatan lainnya.

      Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, Unit Kompartemen Audit Intern berwenang untuk :

      • Memeriksa dan menilai seluruh data dan informasi.
      • Memantau dan mengkoordinasikan tidak lanjut manajemen terhadap Laporan Hasil Audit Internal Kompartemen Audit Intern, maupun hasil audit dari Auditor Eksternal.
      • Menetapkan pendekatan, metode, teknik, cara, ruang lingkup, dan kedalaman audit berdasarkan Pedoman Audit Internal (PAI).
      • Melakukan evaluasi, memfasilitasi dan memberikan konsultasi terhadap pelaksanaan Sistem Pengendalian Intern di masing-masing unit kerja.

      Sebagai bentuk implementasi GCG di perusahaan, SPI telah melakukan audit berbasis Risiko (Risk Based Audit), yaitu audit-audit yang dilaksanakan berdasarkan risiko signifikan perusahaan saat itu.

      Selain melaksanakan kegiatan audit, Satuan Pengawasan Intern juga melaksanakan kegiatan-kegiatan antara lain sebagai berikut :

      • Menjadi counterpart BPK-RI untuk Audit Subsidi.
      • Menjadi counterpart BPKP Propinsi Jawa Timur untuk Audit Program Kemitraan dan Bina Lingkungan.
      • Menjadi counterpart KAP untuk Audit Laporan Keuangan.
      • Pelaksanaan Audit Mutu/Lingkungan/SMK3/Halal
  4. Akses Informasi Kepada Publik

    PT Petrokimia Gresik mempunyai komitmen untuk menyediakan informasi dan kemudahan untuk mengaksesnya. Dalam rangka mewujudkan transparansi informasi kepada Stake holders, beberapa upaya dilakukan PT Petrokimia Gresik, di antaranya adalah :

    • Kepada Pemegang Saham
      Membuat Laporan Kinerja Perusahaan Hasil Kegiatan Bulanan, Triwulanan, Tahunan, Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan, serta Rencana Jangka Panjang Perusahaan.
    • Kepada Stakeholders
      • Menerbitkan Annual Report.
      • Mengadakan Temu Pelanggan dengan end customers melalui rangkaian kegiatan Demplot, uji coba penggunaan pupuk dan percontohan usaha tani dalam rangka penyebaran pengetahuan. Dengan intermediate customers melalui kegiatan temu kios dan rapat koordinasi distributor.
      • Menyediakan sarana Kebun Percobaan (Buncob)
        Di samping sebagai pusat penelitian produk-produk inovasi, Buncob juga difungsikan sebagai tempat percontohan pemeliharaan tanaman dan ternak, sumber informasi pertanian, koleksi tanaman, indikator lingkungan, media belajar dan studi wisata bagi pelajar, petani dan masyarakat, serta sarana pendidikan dan latihan.
      • Mengadakan press tour untuk membuka informasi tentang perusahaan.
      • Pelayanan keluhan pelanggan dengan menyediakan telpon bebas pulsa dan SMS yang akan direspon paling lambat dalam waktu 3 (tiga) hari kerja.
      • Menerima kunjungan pejabat Negara, instansi pendidikan, masyarakat sekitar dan redaktur media cetak.
      • Media elektronik website perusahaan, dan Knowledge Management.
      • Bulletin Gema dan Petrogres.
      • Brosur-brosur.
  5. Teknologi Informasi

    Kegiatan operasional dan pengambilan keputusan PT Petrokimia Gresik telah terkom-puterisasi. Semua perangkat penyedia data dan informasi disesuaikan dengan tuntutan operasi perusahaan dan perkembangan teknologi.

    Dalam upaya implementasi GCG di perusahaan terkait dengan Teknologi Informasi, maka perusahaan telah melengkapi adanya Pedoman Tata Kelola Teknologi Informasi yang berguna untuk pemangku kepentingan, yaitu :

    • Bagi Senior Manager digunakan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan terkait dengan TI
    • Bagi Pengelola TI digunakan sebagai pedoman mengelola TI dan memberikan layanan kepada pemangku kepentingan.
    • Bagi User TI digunakan sebagai pengaturan dan jaminan atas pengendalian keamanan dan layanan.
    • Bagi Auditor digunakan dalam melakukan identifikasi pengendalian TI yang ada di dalam infrastruktur TI perusahaan.

    Upaya perusahaan dalam pengelolaan teknologi informasi, antara lain :

    • Melakukan penyesuaian aplikasi yang ada dengan kebutuhan.
    • Updating teknologi terhadap perangkat yang terpasang, baik software, hardware maupun jaringan komunikasi data.
    • Melakukan pertukaran informasi dengan anggota holding.

    Sistem yang dipergunakan perusahaan dalam menunjang kegiatannya adalah Enterprise Resources Planning (ERP) dengan modul Financial, Human Resources, Distribution dan Enterprise Asset Management (EAM). Seluruh modul telah terintegrasi dan beroperasi secara terus menerus selama 24 jam sehari.

    Di samping sistem tersebut di atas, perusahaan menggunakan internet dan intranet, antara lain untuk :

    • Pemantauan persediaan pupuk di gudang penyangga.
    • Penyampaian berbagai informasi kepada seluruh karyawan di unit kerja masing-masing yang meliputi : informasi dari manajemen, pengumuman, info perpustakaan (majalah, bulletin pupuk), pemasaran, knowledge manajemen, info produksi, pengelolaan manajemen risiko, undangan rapat antar unit kerja internal, dll.
    • Proses pengadaan barang secara online untuk pengadaan selain bahan baku melalui sistem E-Procurement.
    • Informasi bagi Stakeholders lainnya disediakan melalui jaringan website.
  6. Manajemen Risiko

    Manajemen Risiko di definisikan sebagai serangkaian metodologi dan prosedur yang digunakan untuk mengelola risiko, meliputi proses identifikasi risiko, pengukuran risiko, pengendalian risiko, dan pemantauan risiko dari setiap kegiatan yang dilaksanakan oleh unit kerja. Oleh sebab itu, salah satu wujud komitmen implementasi GCG adalah dibentuknya Biro Manajemen Risiko di bawah Kompartemen Perencanaan dan Pengendalian Usaha, di bawah Direktur Keuangan. Implementasi manajemen Risiko anggota holding mengacu kepada ketentuan kesepakatan bersama, antara lain :

    • Menetapkan fungsi / bidang risiko yang dikelola menjadi 12 fungsi atau bidang
    • Menyeragamkan kategori tingkat risiko, khususnya untuk pemetaan besar tingkat risiko.

    Kegiatan-kegiatan yang dilakukan untuk pengendalian risiko :

    • Menyusun Pedoman Perumusan Manajemen Risiko (PPMR) dan mereview secara periodik
    • Mensosialisasikan Pedoman Perumusan Manajemen Risiko (PPMR) dan mengadakan pelatihan pengelolaan risiko.
    • Melakukan identifikasi risiko untuk menghasilkan Profil Risiko Perusahaan dan Klinik Risiko, dimaksudkan untuk memastikan bahwa unit kerja telah melakukan siklus manajemen risiko secara benar, dan risiko-risiko telah dikelola dengan benar.
    • Membuat laporan perkembangan penyelenggaraan risiko secara periodik kepada Direksi, Komisaris dan Pemegang Saham.
  7. Etika Perusahaan

    Perusahaan harus menghormati hak Stakeholders yang timbul berdasarkan perundang-undangan yang berlaku dan atau perjanjian yang dibuat oleh perusahaan dengan karyawan, pelanggan, pemasok dan kreditur, serta masyarakat sekitar tempat usaha perusahaan dan Stakeholders lainnya. Pedoman perilaku bisnis perusahaan memuat standar etika perusahaan dan standar perilaku sebagai acuan moral dan etika bagi segenap elemen perusahaan dalam menerapkan nilai-nilai dasar perusahaan untuk meraih dan menjaga reputasi sebagai perusahaan yang unggul dan memiliki integritas.

    Hubungan dengan Pemegang Saham
    Perusahaan menghormati kepercayaan yang diberikan oleh Pemegang Saham untuk :

    • Mengelola perusahaan secara professional supaya dapat memberikan hasil yang optimal bagi para investor/Pemegang Saham.
    • Memberikan informasi secara transparan kepada Pemegang Saham.
    • Mengamankan, melindungi, dan meningkatkan asset perusahaan agar dapat meningkatkan nilai dan pertumbuhan perusahaan.
    • Memperhatikan saran dan melaksanakan keputusan formal Pemegang Saham.

    Hubungan dengan Karyawan

    • Menyediakan kondisi kerja yang sehat dan aman.
    • Mendorong dan membantu setiap karyawan untuk mengembangkan keterampilan dan pengetahuan yang relevan dengan bidang tugasnya supaya mampu mencapai kinerja optimal di perusahaan.
    • Bertindak secara transparan dan menghindari praktik diskriminasi dalam pelaksanaan rekrutmen maupun promosi jabatan.

    Hubungan dengan Konsumen dan Pelanggan

    • Menyediakan produk yang bermutu sesuai dengan kebutuhan konsumen dan pelanggan, serta aman untuk digunakan sesuai dengan fungsinya.
    • Memberikan pelayanan yang baik dengan memperlakukan para konsumen maupun pelanggan secara jujur dan adil.
    • Mempromosikan produk secara benar.

    Hubungan dengan Pemasok

    • Berlaku jujur dan adil kepada para pemasok.
    • Membangun hubungan yang baik dan berjangka panjang dengan pemasok atas dasar mutu, daya saing dan kepercayaan.

    Hubungan dengan Pesaing

    • Menerapkan prinsip-prinsip persaingan yang sehat dan menghormati para pesaing.
    • Menghormati hak-hak atas kekayaan intelektual.

    Hubungan dengan Masyarakat dan Kepedulian Terhadap Lingkungan Hidup

    • Menghormati martabat dan hak-hak asasi masyarakat di sekitar perusahaan.
    • Berperan aktif untuk meningkatkan standar kesehatan, pendidikan, keamanan, dan kesejahteraan masyarakat di sekitar perusahaan.
    • Secara terus menerus melakukan penyem-purnaan dalam pengelolaan lingkungan hidup.

    Benturan Kepentingan Elemen perusahaan dilarang menimbulkan benturan antara kepentingan individu dengan kepentingan perusahaan. Beberapa bentuk benturan yang perlu diperhatikan antara lain :

    • Membantu pesaing perusahaan
      Elemen perusahaan tidak diperkenankan berperan sebagai Karyawan atau sebagai anggota Direksi atau anggota Komisaris ataupun sebagai konsultan bagi instansi yang bersaing dengan perusahaan.
    • Bersaing dengan produk perusahaan
      Elemen perusahaan tidak diperbolehkan memasarkan produk yang bersaing dengan produk milik perusahaan.
    • Menjadi pemasok perusahaan
      Elemen perusahaan dilarang untuk menjadi pemasok atau mewakili pemasok ataupun bekerja untuk pemasok. Elemen perusahaan juga dilarang menerima uang dan atau berbagai bentuk keuntungan lainnya sebagai imbalan atas saran, nasehat, atau jasa yang diberikan kepada pemasok mengenai hal-hal yang berhubungan dengan perusahaan.
    • Keikutsertaan dalam kehidupan politik
      Keikutsertaan elemen perusahaan dalam kegiatan partai politik bukan merupakan tanggung jawab perusahaan.
    • Investasi
      Seluruh elemen perusahaan tidak diperkenankan untuk melakukan investasi pada instansi pemasok, distributor maupun pesaing perusahaan.
    • Kepatuhan terhadap ketentuan hukum dan peraturan yang berlaku.
      Seluruh kebijakan dan kegiatan PT Petrokimia Gresik dilaksanakan sesuai dengan ketentuan hukum dan peraturan yang berlaku. Berkaitan dengan hal tersebut, setiap elemen perusahaan wajib mengetahui, memahami, dan sekaligus menguasai praktik penerapan hukum maupun peraturan-peraturan yang relevan dengan bidang tugasnya. Apabila terjadi sesuatu hal di mana kepentingan perusahaan berbenturan dengan kepentingan salah seorang anggota Direksi, maka dengan persetujuan Komisaris, perusahaan akan diwakili oleh anggota Direksi lainnya.
  8. Anti Korupsi

    Untuk mendukung gerakan anti korupsi, PT Petrokimia Gresik melarang anggota Komisaris, Direksi, dan Karyawannya untuk memberikan atau menawarkan atau menerima baik langsung maupun tidak langsung sesuatu yang berharga kepada pelanggan, atau seorang pejabat pemerintah untuk memepengaruhi atau sebagai imbalan atas apa yang telah dilakukannya dan tindakan lainnya sesuai peratutan perundang-undangan yang berlaku.

  9. Program Pengenalan Perusahaan

    Program pengenalan perusahaan PT Petrokimia Gresik meliputi :

    • Pelaksanaan prinsip-prinsip GCG oleh perusahaan.
    • Gambaran mengenai perusahaan berkaitan dengan tujuan, sifat dan lingkup kegiatan, kinerja keuangan dan operasi, strategi, rencana jangka pendek dan jangka panjang, posisi kompetitif, risiko, dan masalah-masalah strategis lainnya.
    • Keterangan berkaitan dengan kewenangan yang didelegasikan, audit internal dan eksternal, sistem dan kebijakan pengendalian internal, termasuk Komite Audit.
    • Keterangan mengenai tugas dan tanggung jawab Komisaris dan Direksi.
  10. Donasi

    Dalam batas kepatutan, donasi untuk tujuan amal dapat dibenarkan. Donasi untuk tujuan lain hanya boleh dilakukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

  11. Lingkungan, Keselamatan dan Kesehatan Kerja

    Untuk menunjang pelaksanaan GCG, PT Petrokimia Gresik juga memperhatikan :

    • Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Pelestarian Lingkungan.
    • Kesempatan kerja yang sama.
      Direksi mempekerjakan, menetapkan besarnya gaji, memberikan pelatihan, menetapkan jenjang karir, serta menentukan persyaratan kerja lainnya tanpa memperhatikan latar belakang seseorang.

Assessment Penerapan Good Corporate Governance (GCG) PT Petrokimia Gresik

PT Petrokimia Gresik memiliki komitmen untuk terus meningkatkan nilai perusahaan melalui penerapan prinsip-prinsip tata kelola yang baik, yang dibangun melalui partisipasi aktif seluruh jajaran perusahaan. Untuk memastikan bahwa perusahaan dikelola dengan baik, telah dilakukan assessment GCG oleh Badan Pengawas Keuangan Perusahaan (BPKP) Perwakilan Jawa Timur. Nilai assessment GCG merupakan salah satu Key Performance Indikator keberhasilan manajemen. Selain itu, PT Petrokimia Gresik selalu ikut serta dalam ajang Annual Report Award (ARA) sebagai wujud penerapan GCG.