Petrokimia Gresik Ekspansi ke Myanmar

11 Juli 2013 14:08 / http://www.koran-sindo.com / 1518
GRESIK – PT Petrokimia Gresik (PKG) menyatakan siap mengekspor pupuk ke Myanmar sebagai strategi memperluas pasar. Langkah ini dilakukan karena pasokan untuk dalam negeri mencukupi.

“Ekspor pupuk diperbolehkan pemerintah karena ketersediaan pupuk bersubsidi di dalam negeri aman. Tahun ini kelangkaan pupuk yang sempat terjadi tahun-tahun lalu berkurang. Makanya, kami ekspansi ekspor pupuk,” ujar Direktur Utama PT Petrokimia Gresik HidayatNyakmansaat peringatan Hari Ulang Tahun Petrokimia Gresik di Stadion Petrokimia, Gresik, Jawa Timur, kemarin.

Dia menambahkan, demi menyukseskan ekspor pupuk ke luar negeri, pihak manajemen sengaja membuat demplot penanaman padi menggunakan pupuk produksi PKG di Myanmar. Rencananya, pupuk yang sosialisasikan untuk diekspor adalah jenis phonska, urea, dan pupuk organik. Sayangnya, Hidayat tidak menyebut kapasitas pupuk yang akan diekspor ke Myanmar. Hanya, dia menjelaskan bahwa terdapat potensi yang luar biasa di negara tetangga tersebut.

Hal ini karena produksi padi di Myanmar masih tradisional. Dalam satu hektarenya produksi padi hanya 3,5 ton, padahal di Indonesia sudah mencapai 7–8 ton per hektare. “Di Myanmar itu masih tradisional penanaman padinya. Apalagi, pupuk juga tidak ada subsidi, sehingga transaksinya nanti dengan petani langsung,” ungkap Hidayat. Dia menambahkan, demplot padi yang ditanam di Myanmar ditargetkan dapat dipanen pada September 2013.

Mantan Dirut Pupuk Kaltim ini menyebutkan, sepanjang tahun lalu kinerja PKG tumbuh signifikan, dilihat dari peningkatan aset, pendapatan dan laba. Tahun lalu PKG mampu membukukan laba hingga Rp1,371 triliun atau naik dibanding 2011 yang hanya Rp1,075 triliun. Adapun PKG memperoleh Rp21,69 triliun dari penjualan tahun lalu, meningkat dibanding 2011 yang hanya Rp16,2 triliun.

“Seiring bertambahnya kepercayaan pemerintah dalam penugasan pemenuhan pupuk kepada PKG, perusahaan terus melakukan pengembangan pabrik beserta sarana penunjangnya,” bebernya. Di antara upaya pengembangannya, lanjut Hidayat, adalah perluasan pelabuhan dan pergudangan. Kemudian pembangunan revamping asam fosfat sebagai substitusi impor dan pembangunan pabrik amoniak-urea II untuk memenuhi kebutuhan pupuk urea secara nasional.

Terakhir, proyek instalasi pengolahan air (IPA) Gunungsari Surabaya untuk menjamin ketersediaan kebutuhan air industri 3.000 meterkubik per jam. “Kami berharap bisa tepat waktu karena dengan semua tambahan fasilitas tersebut akan mendukung penambahan kapasitas produksi hingga mencapai 10 juta ton per tahun. Sehingga, dapat memenuhi sebagian kebutuhan pupuk nasional,” kata Hidayat.

Di bagian lain, Sekretaris Perusahaan PKG Bambang Heru menyatakan, PKG tidak hanya fokus pada pengembangan perusahaan tetapi juga akan terus melakukan tanggung jawab sosial perusahaan terhadap masyarakat sekitar dengan menggelar program kemitraan dan bina lingkungan. Salah satunya adalah dengan menyalurkan kredit mitra binaan senilai Rp61,19 miliar, termasuk dana pembinaan pelatihan yang mencapai Rp8,8 miliar.

“Kami harapkan upaya tersebut bisa mendukung perusahaan dalam mencapai aset Rp20 triliun dan laba bersih naik menjadi Rp1,5 triliun,” pungkasnya. ● ashadi ik
http://www.koran-sindo.com/node/326931