Petrokimia Gresik Berhasil Meningkatkan Produktivitas Padi Sebesar 1,5 - 2 Ton Perhektar

29 September 2011 08:46 / Hartono / 627
BOJONEGORO. PT Petrokimia Gresik membuktikan mampu meningkatan produktivitas padi dari 6 ton gabah kering panen (GKP) menjadi 7,5 - 8 ton GKP perhektar jika petani melakukan pemupukan berimbang menggunakan pupuk organik dan pupuk non organik dgn dosis sesuai dgn kondisi tanah. Penjelasan ini disampaikan oleh Direktur Utama PT Petrokimia Gresik Hidayat Nyakman saat acara panen perdana Program Gerakan Peningkatan Produksi Pangan Berbasis Korporasi di Desa Kauman Kec. Baureno Kab. Bojonegoro kemarin (27/9) yang dihadiri juga oleh Deputi Bidang Usaha Primer Kemeneg BUMN Megananda Daryono, Dirut PT Pusri Holding Arifin Tasrif dan Wakil Bupati Bojonegoro Setyo Hartono.

Deputi Bidang Usaha Primer Kemeneg BUMN Megananda Daryono menjelaskan bahwa program GP3K adalah program pemerintah dalam rangka mencapai ketahanan pangan melalui peningkatan produktivitas padi dgn cara melakukan pengawalan terhadap budidaya yang dilakukan oleh petani. Pelaksanaannya melibatkan perusahaan-perusahaan BUMN yang bergerak di bidang pertanian. Secara nasional program GP3K untuk tanaman padi dilaksanakan pada lahan sawah seluas 570.000 ha dimana pelaksanaannya melibatkan 4 BUMN pertanian yaitu PT Pertani (200.000 ha), PT Sang Hyang Sri (200.000 ha), PT Pusri Holding (100.000 ha) dan Perum Perhutani (70.000 ha).

Dirut PT Pusri Holding Arifin Tasrif menyatakan bahwa untuk memenuhi target 100.000 ha yang diberikan untuk tahun 2011, PT Pusri Holding melibatkan anak perusahaannya dgn target masing-masing sebesar PT Petrokimia Gresik 43.450 ha, PT Pupuk Kujang 11.800 ha, PT Pupuk Kaltim 23.750 ha dan PT Pusri Palembang 21.000 ha.

Dirut PT Petrokimia Gresik Hidayat Nyakman menyatakan bahwa PT Petrokimia Gresik bertanggung jawab dalam pelaksanaan program di Jawa Timur dan Jawa Tengah dgn total luas lahan pertanian 43.450 ha. yang terbagi di wilayah Jawa Timur seluas 23.450 ha. dan di Jawa Tengah seluas 20.000 ha. Program GP3K yang dilakukan oleh PT Petrokimia Gresik pertama kali dicanangkan di Desa Kauman Kec. Baureno (28/6/11), ditandai dgn kegiatan tanam perdana pada lahan pertanian seluas 23 ha. Setelah kegiatan GP3K PT Petrokimia Gresik terus menyebar baik di Kab. Bojonegoro maupun seluruh kabupaten di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Sampai dgn bulan September 2011 jumlah peserta GP3K di Kab. Bojonegoro telah mencapai 2.146 ha, 753 orang petani dan 72 kelompok tani yang tersebar di 19 kecamatan. Secara keseluruhan luas lahan pertanian yang telah mengikuti program GP3K PT Petrokimia Gresik telah mencapai 22.132 ha, terdiri dari 18.065 ha. di Jawa Timur dan 4.067 ha. di Jawa Tengah.

Untuk menjamin keberhasilan peningkatan hasil panen melalui program GP3K di wilayah kerjanya, PT Petrokimia Gresik merumuskan program kawalan budidaya yang meliputi kawalan aplikasi pemupukan berimbang, pengendalian hama & penyakit tanaman, pemberian pinjaman benih & pupuk melalui distributor dan pemberian pinjaman biaya budidaya melalui dana kemitraan & bina lingkungan.

Pemupukan berimbang yang dianjurkan oleh PT Petrokimia Gresik adalah perpaduan penggunaan pupuk organik dan anorganik dgn dosis per hektar tanaman padi menggunakan formula 500 kg Petroganik, 300 kg PHONSKA dan 200 kg Urea. Formula tersebut telah terbukti dapat meningkatkan hasil panen melalui demplot-demplot di seluruh Indonesia. Sehingga PT Petrokimia Gresik berkomitmen untuk meningkatkan pemahaman tentang aplikasi pemupukan berimbang melalui penyuluhan-penyuluhan kepada petani & kelompok tani peserta GP3K serta menerjunkan petugas-petugas untuk pengawalan langsung aplikasi pemupukan. Sedangkan untuk pengendalian hama dan penyakit tanaman, PT Petrokimia Gresik melibatkan anak perusahaan yang berkompeten yaitu PT Petrosida dan PT Petrokimia Kayaku. Selain kawalan budidaya, PT Petrokimia Gresik juga menawarkan pinjaman pupuk/pinjaman biaya budidaya bagi petani yang memiliki keterbatasan modal. Besarnya biaya pinjaman pupuk perhektar diberikan sesuai dgn dosis pemupukan berimbang yang direkomendasi oleh PT Petrokimia Gresik. Sedangkan program pinjaman biaya budidaya melalui skema kemitraan & bina lingkungan sebesar Rp 2.000.000,- perhektar. Kedua program pinjaman tersebut dibayar setelah petani melakukan panen, sehingga aplikasi pemupukan berimbang serta pengendalian hama & penyakit secara terpadu dapat dilakukan tanpa terkendala permasalahan biaya.


Wakil Bupati Bojonegoro Setya Hartono menyambut baik peningkatan produktivitas petani Bojonegoro sebagai keberhasilan program GP3K di daerahnya dan berharap Kab. Bojonegoro dapat menjadi lumbung pangan nasional.

Acara kemarin dihadiri oleh ribuan petani dari seluruh Bojonegoro yang sangat menyambut baik adanya pelaksanaan Program GP3K di Bojonegoro. Mereka berharap dgn adanya program ini dapat meningkatkan kembali produktivitas sawah mereka setelah mengalami gagal panen akibat serangan hama wereng yang terjadi akhir-akhir ini. (Sasono Handito/Hartono)