Perlu Terus Dikembangkan

19 September 2013 09:45 / Humas PKG / 1696

Perkembangan seni budaya dan seni olah raga beladiri Indonesia, terutama yang ada di wilayah sekitar perusahaan, menjadi perhatian serius PT Petrokimia Gresik (PKG). Penyelenggaraan “Pagelaran Pencak Silat” se Kabupaten Gresik, yang merupakan agenda rutin tahunan adalah salah satu bentuk nyata perhatian dan kepedulian BUMN pupuk berlogo “Kebomas” ini terhadap budaya tersebut.

Berdasarkan pengamatan, pelaksanaan “Pagelaran Pencak Silat “ dari tahun ke tahun selalu mendapat sambutan yang luar biasa bagus, baik dari para pendekar sepuh, anggota perguruan silat peserta maupun dari masyarakat sekitar.

“Dengan diadakannya pagelaran silat seperti ini, kami dapat bersilaturahim dengan sesama teman dan pimpinan perguruan untuk selanjutnya memberikan yang terbaik bagi generasi penerus, agar budaya pencak silat ini dapat terus dikembangkan”, kata Chusnan Hadi, salah seorang pendekar sepuh dari Kelurahan Tlogopojok.

Maksud diadakannya kegiatan ini memang untuk melestarikan seni gerak tubuh dan olah raga beladiri yang merupakan kebudayaan asli bangsa Indonesia. “Pencak silat sebagai kekayaan budaya bangsa perlu mendapatkan perhatian baik di tingkat daerah maupun nasional, agar tetap terus berkembang seiring dengan kemajuan jaman”, ungkap Teguhhadi Widodo, Ketua Panpel HUT PT Petrokimia Gresik ke 41 dan HUT Republik Indonesia ke 68, saat memberikan sambutan pada “Pagelaran Pencak Silat”, Jumat malam kemarin (13/9/13). Pagelaran yang berlangsung di halaman gedung serbaguna “Tri Dharma” PKG ini dibuka secara resmi oleh General Manager Pabrik III PKG, Purwanto. Pembukaannya ditandai dengan pemukulan gong dan foto bersama dengan 32 perwakilan perguruan, para pendekar sepuh, pengurus IPSI, serta pejabat Disbudparpora Gresik.

Tujuan acara ini juga untuk membina hubungan yang lebih harmonis dengan nuansa kebersamaan antara perusahaan dan masyarakat Gresik”, kata manager Humas PKG, Dupi Madya Ardiono.

Kegiatan yang diikuti oleh 32 perguruan silat ini juga dimeriahkan dengan aksi solospel para pendekar sepuh. (Hartono)