Yang Terjadi pada Tubuh Saat Berhenti Makan Nasi dan Roti

Selasa, 11 April 2017 08:34 WIB  |  http://lifestyle.kompas.com

KOMPAS.com - Karbohidrat sederhana, seperti yang terdapat pada nasi, roti putih, atau mi, merupakan sumber energi bagi tubuh. Tetapi, asupan karbohidrat yang tinggi berpengaruh negatif pada kesehatan.

Karbohidrat memang kita perlukan, tetapi asupannya harus dibatasi. Para pakar menetapkan konsumsi karbohidrat yang dianjurkan adalah 45-65 persen energi total perhari. Itu sudah termasuk nasi atau makanan pokok, roti, mi, kue, dan sebagainya.

Sebagian orang mulai melirik diet karbo untuk menurunkan berat badan. Padahal, ada banyak manfaat positif yang bisa kita raih jika kita menghindari karbohidrat sederhana seperti nasi, kue tart, dan panganan manis lainnya.

- Pembakaran lemak

Mengurangi asupan karbohidrat padat energi berarti kita menekan jumlah kalori yang dikonsumsi sehari-hari. Hal ini akan membuat tubuh membakar lemak yang disimpan sebagai sumber energi.

Untuk mempercepat pembakaran lemak, berolahragalah sebelum sarapan. Tubuh akan membakar lemak cadangan energi dan bukan makanan yang kita asup.

- Tidak mudah lapar

Bukan kalori yang membuat kita merasa kenyang, tapi nutrisi seperti serat, protein, dan lemak sehat. Bila kita mengonsumsi karbohidrat sederhana, sebanyak apa pun kita makan, tubuh akan tetap mencari makanan lain yang mengandung nutrisi. Akibatnya kita pun lebih cepat lapar.

- Perut lebih cepat rata

Satu hal yang menonjol setelah kita mengganti karbohidrat sederhana dengan yang kaya serat adalah perut lebih cepat rata. Penjelasannya adalah, kekurangan serat membuat koloni bakteri tidak sehat di usus lebih banyak. Hal ini menyebabkan perut menjadi kembung dan lebih besar dari yang sebenarnya.

- Menekan risiko penyakit

Karbohidrat sederhana terdiri dari gula. Kelebihan konsumsi bahan pangan ini membuat hormon insulin yang dihasilkan pankreas lebih banyak. Lama kelamaan akan memicu resistensi insulin yang menyebabkan penyakit diabetes.

Konsumsi serat atau karbohidrat kompleks, seperti nasi merah, gandum utuh, oat, atau kue tradisional yang sulit dikunyah, dapat mencegah gula darah naik dengan cepat yang akan membuat tubuh mengeluarkan insulin.

Kadar gula darah yang normal dan stabil akan membuat produksi insulin yang dihasilkan juga konsisten sehingga resistensi insulin bisa dicegah.

- Otot semakin kuat

Bila Anda ingin membangun otot, mengurangi makanan mengandung karbohidrat sederhana adalah keharusan. Bahan pangan karbohidrat pada umumnya tidak mengandung protein yang merupakan pembentuk otot.

- Lebih berenergi 

Memang tidak semua karbohidrat buruk, tetapi jika kita memilih karbohidrat kompleks, energi tubuh menjadi lebih stabil sehingga kita pun tak cepat merasa lelah dan mengantuk. Lusia Kus Anna 

http://lifestyle.kompas.com/read/2017/04/10/160000820/yang.terjadi.pada.tubuh.saat.berhenti.makan.nasi.dan.roti 


Kembali ke Indeks Berita |  Cetak Berita

Berita Terbaru

12 Oktober 2017 - 14:23:56 WIB
PG dan PT Adhikarya Serahkan Dana CSR Untuk PAUD Posyandu Teratai

11 Oktober 2017 - 12:36:58 WIB
PG Nominasi Terbaik dalam FFN 2017

03 Oktober 2017 - 09:37:25 WIB
Mengenal Jenis-jenis Karbohidrat: Mana yang Paling Sehat?

03 Oktober 2017 - 08:32:56 WIB
PG Peduli Bencana Gunung Agung

02 Oktober 2017 - 09:37:04 WIB
PG RAIH PENGHARGAAN MAKE 2017

30 September 2017 - 02:40:36 WIB
Tahun ini, PG Berikan Bestro kepada 37 Pelajar dan Mahasiswa

28 September 2017 - 08:38:00 WIB
Bupati Bangka Tengah Harapkan Kerjasama dengan PG

28 September 2017 - 08:30:44 WIB
Juara Umum, KRPG Kalahkan 49 Klub di Jatim

26 September 2017 - 08:57:35 WIB
LELANG PEKERJAAN JASA ANGKUTAN DARAT WIL JAWA BALI 2017

25 September 2017 - 16:41:55 WIB
KOMITMEN PAKTA INTEGRITAS INSAN PG DARI TANAH INGGRIS

  1    /  123