Malas Habiskan Obat Karena Merasa Sudah Sembuh? Ternyata Ini Bahayanya

Kamis, 04 Mei 2017 08:42 WIB  |  http://lifestyle.kompas.com

JAKARTA, KOMPAS.com - Pernahkan Anda berhenti meminum obat karena merasa bahwa tubuh sudah merasa sembuh dan tak sakit lagi? Jika pernah, sebaiknya hilangkan kebiasaan tersebut.

Penggunaan obat yang tidak sesuai dosisnya akan semakin memberikan kekebalan pada kuman atau virus yang ada di dalam tubuh dan justru membuat kondisi tubuh Anda semakin lemah.

"Penting untuk tanya ke dokter mana obat yang harus habis atau tidak," kata Dr Ariani Dewi Widodo SpA(K) Spesialis Anak Konsultan Gastrohepatologi dari Rumah Sakit Anak & Bunda Harapan Kita.

Menurut Ariani, jenis obat yang seharusnya dihabiskan meski seseorang telah merasa sembuh adalah antibiotik. Bukan tanpa alasan seorang dokter memberikan antibiotik kepada pasiennya dengan kadar atau dosis yang berbeda-beda.

"Antibiotik itu harus habis, kalau bukan antibiotik boleh berhenti lebih cepat," tuturnya.

Dia menambahkan, mengapa orang saat ini lebih mudah sakit, karena kebanyakan orang masih salah dalam penggunaan antibiotik untuk kesehatannya. Akibatnya, antibiotik yang dikonsumsi justru semakin memberi kekebalan pada virus yang ada di dalam tubuh, sementara tubuh itu sendiri semakin lemah.

"Kita itu lebih mudah sakit, kenapa? karena kuman itu sekarang semakin kuat karena penggunaan antibiotik yang tidak rasional. Akibatnya kuman menjadi kebal dan penyakit akan susah disembuhkan," ucap Ariani.

Selain itu,  masyarakat modern juga cenderung sering sakit karena semakin dimanjakan dengan gadget yang membuat mereka tidak melakukan gerak tubuh sesering mungkin.

"Dengan gaya hidup kita sekarang, tidak sekuat orang-orang zaman dahulu, kita kebanyakan pakai gadget, jarang beraktifitas fisik, jenis makanan yang dimakan kurang sehat, hal-hal itu membuat kita menjadi lemah. Kuman semakin kuat tetapi kitanya semakin lemah, itu sebetulnya yang menjadi masalah saat ini," terang Ariani.

Penggunaan antibiotik haruslah dilakukan secara benar. Hentikan kebiasaan membeli antibiotik sendiri ke apotik, kalaupun membeli di apotik harus disertai dengan resep dokter.

"Kita harus berbuat benar dengan antibiotik, minum antibiotik itu harus sampai habis, antibiotik itu beda dengan obat lain. Antibiotik itu tidak boleh kelebihan dosis, apalagi kalau kurang itu jauh lebih berbahaya. Antibiotik itu harus sesuai dengan dosisnya, jika kuman yang menyerang banyak sementara antibiotik sedikit maka kumannya tidak akan mati," pungkasnya. Iwan Supriyatna / Lusia Kus Anna 
 

Kembali ke Indeks Berita |  Cetak Berita

Berita Terbaru

24 Nopember 2017 - 14:34:02 WIB
Sadar Pentingnya Keamanan, PG Dukung FKPM

22 Nopember 2017 - 09:09:21 WIB
Buah PG Bina UKM Jatim

21 Nopember 2017 - 15:42:10 WIB
Latih Pemuda, Upaya PG Minimalkan Pengangguran

20 Nopember 2017 - 16:56:09 WIB
PG Bersama KPK Sosialisasikan e-LHKPN

20 Nopember 2017 - 13:56:08 WIB
PG Peduli Pendidikan, Bunda PAUD Jadi Sasaran

20 Nopember 2017 - 08:07:45 WIB
LELANG PEKERJAAN JASA DISTRIBUSI ANGKUTAN DARAT DAN PBM/EMKL

17 Nopember 2017 - 16:44:59 WIB
PETROKIMIA GRESIK RAIH PLATINUM

16 Nopember 2017 - 22:20:47 WIB
PG Raih Platinum Dalam SNI Award 2017

16 Nopember 2017 - 11:06:41 WIB
2018, Pemerintah Targetkan Protas Tebu Rakyat 100 Ton/Ha

14 Nopember 2017 - 10:39:10 WIB
Opening Meeting Asesmen GCG 2017

  1    /  125