KIPG 2017: Orang Gembira Cenderung Inisiatif

Kamis, 13 April 2017 08:22 WIB  |  Humas PG

Pada hari pertama pelaksanaan Konvensi Inovasi Petrokimia Gresik (KIPG) ke-XXXI serta Petrokimia Gresik Innovation Expo (PGIE) 2017, di Gedung Serbaguna Tri Dharna, Rabu 12 April 2017 hadir seorang pembicara sekaligus motivator inovasi. Ia adalah PrieGS.

Masyarakat Indonesia lebih mengenal PrieGS sebagai seorang budayawan. Memulai karir dari kartunis, hingga kemudian menjadi wartawan dan Pemimpin Redaksi di salah satu media cetak nasional.

Dalam pemaparannya, PrieGS yang memiliki julukan Sang Penggoda Indonesia itu menyampaikan, kemiskinan paling bahaya adalah kemiskinan inisiatif. Sedangkan orang yang cenderung inisiatif adalah orang yang bergembira.

"Kita harus bisa bahagiakan diri dengan hal paling sederhana. Sehingga inisiatif akan mengalir dengan sendirinya," ujar PrieGS yang juga penulis naskah teater, esai, dan artikel itu.

Rutinitas yang telah dilakukan cukup lama, baik di rumah, di jalan maupun di kantor, itu akan membuat seseorang jenuh dan tidak bahagia. Ini bisa menghambat inisiatif seseorang.

"Di rumah kita ketemu dengan orang yang sama selama bertahun-tahun, di jalan menginjak gas dan rem yang sama, di kantor menghadapi orang-orang yang sama juga. Rutinitas ini akan membuat seseorang bete (bosan, Red). Ini menghambat inisiatif dan kreativitas," jelasnya.

Untuk menghindari rasa bosan, seseorang harus bisa mendobrak rutinitas. Minimal melakukan hal sederhana yang tidak biasa. Misalnya, jika selama ini bertemu seseorang hanya bertegur sapa, tambahi dengan berjabat tangan atau lainnya.

Menurut PrieGS, kebahagian itu sangat sederhana. Ia mencontohkan dua rumah miliknya.

Rumah pertama, dibeli dari gaji sebagai wartawan dan pembicara saat itu. Rumah itu dibangun oleh tukang yang tidak profesional, sehingga tembok-temboknya pun menceng. Keluarganya pun akhirnya stess melihat hasil rumah itu.

Puncaknya, suatu  ketika ada orang berteduh di bawah pohon mangga depan rumah. Dua orang yang berteduh itu adalah orang susah dengan kerja serabutan. PrieGS pun tersentuh, akhirnya memberinya pekerjaan memasang keramik. Hasilnya juga menceng.

Tapi setelah tinggal cukup lama, keluarganya menikmati. Anak-anak pun menolak saat diminta pindah ke rumah kedua yang lebih bagus.

"Rumah adalah sekumpulan nilai, bukan fisiknya. Bukan berarti rumah bagus menjadi sebuah kebahagiaan," tandasnya.

Kebahagiaan sebenarnya sederhana. Tapi seseorang juga harus bisa ukur tingkat kebahagiaan, biar tidak kebablasan.

PrieGS selanjutnya menampilan foto-foto. Foto hasil croping ternyata bisa berbeda jauh persepsinya jika kita bandingkan dengan melihat foto utuh. Kebanyakan foto yang ditampilkan sangat lucu, sehingga memicu gelak tawa audiens.

"Semoga pemaparan saya menjadi rekreasi batin bersama. Sehingga bisa menumbuhkan inisiatif di diri kita," pungkasnya.*/isp.-


Kembali ke Indeks Berita |  Cetak Berita

Berita Terbaru

23 Juni 2017 - 08:38:37 WIB
Setia pada Tujuan, Selamat di Perjalanan

23 Juni 2017 - 07:37:24 WIB
Dirut Menandatangani PION PG

21 Juni 2017 - 08:00:54 WIB
PG Salurkan Zakat, Infak dan Sedekah Senilai Rp 369,5 juta

19 Juni 2017 - 14:29:51 WIB
LELANG PEKERJAAN JASA ANGKUTAN KAPAL LAUT

16 Juni 2017 - 14:30:02 WIB
PG JUGA SALURKAN 1.000 SEMBAKO MURAH DI LAMONGAN

16 Juni 2017 - 07:17:58 WIB
Undangan Pra Kualifikasi EPC Proyek Dermaga C

15 Juni 2017 - 14:59:20 WIB
PG Salurkan Bantuan pada 1.300 Abang Becak

14 Juni 2017 - 21:24:33 WIB
PG SALURKAN Rp 828 JUTA

14 Juni 2017 - 21:14:17 WIB
PG Gelontorkan Dana Ratusan Juta untuk Beasiswa dan Bantuan

13 Juni 2017 - 14:34:32 WIB
PG SALURKAN SEMBAKO Rp 1,4 MILIAR

  1    /  117